Keberadaan Pusat Kuliner Marabahan menjadi tempat untuk menampung PKL sepanjang Siring Ulek Marabahan. Total ada 7 pedagang PKL yang direlokasi ke tempat ini untuk berjualan. Di tempatkan baru ini, para pedagang berjualan dari pagi hari hingga malam hari. Lebih lama dari tempat lama (Siring Ulek) yang hanya bisa berjualan pada pagi hari.
Selain gerobak untuk berjualan, pada pedagang juga diberikan fasilitas lampu dan kursi untuk pengunjung. Serta hiburan yang akan diadakan satu kali dalam seminggu.
Walaupun demikian, Acil Ujang salah satu PKL di Pusat Kuliner Marabahan ini mengaku penjualan lebih sedikit dibandingkan di Siring Ulek Marabahan. Yang paling dirasakan ialah gorengan yang di jual. Kurang laku. Dikarenakan pengunjung Pasar Kuliner Marabahan didominasi remaja. "Biasanya gorengan yang kita jual, laris manis pada pagi hari. Pembelinya pun didominasi kaum bapak-bapak. Sekarang jarang ada pelanggan bapak-bapak," ujar Acil Ujang kepada Radar Banjarmasin, Senin (09/01).
Acil Ujang tidak menampik, untuk sekarang ini penjualan gorengan masih kurang. Hanya bisa untuk balik modal. "Pengunjung yang didominasi remaja, kurang suka gorengan, paling pesan kopi," bebernya.
Dirinya menambahkan untuk tempat baru ini sedikit berbeda dengan Ulek Marabahan. Disini, paling ramai pada malam hari saja. Banyak yang bersantai. "Kalau biasa diperbanyak acara hiburan di panggung gelora. Semakin banyak hiburan, semakin banyak pengunjung," pungkasnya.
Berkaitan dengan hiburan di Pusat Kuliner Marabahan, Kepala Disporbudpar Batola Sabirin mengatakan sudah mengagendakan hiburan sekali dalam sebulan. Namun pihaknya tetap membuka kesempatan untuk semua orang berkreasi atau tampil di panggung gelora. Baik kelompok seni maupun masyarakat umum yang bersifat kebudayaan. "Silahkan menggunakan panggung gelora untuk menghibur pengunjung wisata kuliner Marabahan," ujarnya sembari mengatakan panggung gelora Marabahan sekarang lebih hidup.(bar/ij/ran)
Editor : Muhammad Helmi