Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gagal Panen Karena Hama di HSS Meningkat

Muhammad Helmi • Kamis, 15 Desember 2022 | 18:02 WIB
PROYEK JALAN: Pengendara mencoba melintas di proyek rehabilitasi jalan Liang Anggang-Bati-Bati, pekan tadi. Tahun ini banyak pembangunan infrastruktur di Kalsel bisa dilanjutkan setelah sempat tertunda karena refocusing beberapa waktu lalu.  | FOTO: SUTRI
PROYEK JALAN: Pengendara mencoba melintas di proyek rehabilitasi jalan Liang Anggang-Bati-Bati, pekan tadi. Tahun ini banyak pembangunan infrastruktur di Kalsel bisa dilanjutkan setelah sempat tertunda karena refocusing beberapa waktu lalu. | FOTO: SUTRI
KANDANGAN – Gagal panen padi disebabkan karena organisme pengganggu tumbuhan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tahun ini meningkat jika dikomparasikan dengan tahun lalu.

Dinas Pertanian setempat mencatat selama tahun 2021 dari luas tanam 38.061 hektare ada sebanyak 122,95 hektare gagal tanam, sedangkan tahun 2022 sampai bulan Oktober dari luas tanam 29.482 hektera yang gagal panen meningkat signifikan menjadi 1.747,29 hektare atau 87 persen.

Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian Dinas Pertanian HSS, Sri Teguh Raharjo mengatakan penyebab gagal panen tahun ini disebabkan oleh adanya serangan tungro yang disebabkan vector wereng hijau yang menyerang tanaman padi pada masa dipersemaian dan masa vegetatif. Serta ditambah karena faktor fenomena La Nina atau kemarau basah yang terjadi.

“Serangan OPT ini banyak menyerang pada jenis varietas lokal atau siam yang banyak ditanam di Kecamatan Sungai Raya dan Simpur yang tidak tahan terhadap serangan hama tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (14/12) kemarin.

Dari luas gagal panen padi 1.747,29 hektare terjadi tahun ini paling banyak di Sungai Raya, Simpur dan Kalumpang. “Sungai Raya gagal panennya 25,77 hektare, Simpur 32,58 hektare, dan Kalumpang 10 hektare,” rinci Teguh.

Berbagai upaya dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten HSS agar tidak mengalami kerugian akibat gagal panen. Mereka sudah menyarankan petani untuk menggunakan benih unggul yang tahan wereng.

Kegiatannya adalah penerapan budi daya tanaman sehat antara lain: tanam jajar legowo, pergiliran tanaman varietas, penggunaan varietas tahan hama OPT, pemupukan berimbang, penanaman refugia dan pemanfaatan musuh alami atau agens pengendalian hayati.

Para petani juga dianjurkan dan disarankan untuk melakukan pembersihan tanaman padi sisa (rimbangun) dan turiyang, dengan penyemprotan menggunakan herbisida, melakukan seed treatment (perendaman benih padi menggunakan larutan PGPR dan tricoderma cair (pesnab) atau menggunakan fungisida dan insektisida buatan pabrik.

Ditambahkannya, upaya lain yaitu menggunakan pupuk berimbang dan pupuk cair setelah penyemprotan hama yang mengandung ZPT (zat perangsang tumbuh). Apabila setelah panen diharapkan petani membersihkan jerami atau sisa panen sehingga tidak menjadi penyebab penyakit padi. (shn/ij/ran)
Editor : Muhammad Helmi
#pertanian #HSS