Aksinya diunggah ke akun media sosialnya. "Insya Allah sesuai dengan target. Alhamdulillah sudah selesai. Semoga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat," ucapnya, ketika diwawancarai di kawasan Siring Menara Pandang, kemarin (16/11).
Menurut Ibnu, keberadaan jembatan apung itu sangat diperlukan. Mengingat cukup sulit akses pejalan kaki dari Siring Patung Bekantan yang hendak menyeberang ke kawasan Siring Kampung Ketupat, maupun sebaliknya. Pejalan kaki mesti menyeberangi ruas jalan raya yang padat dengan arus lalu lintas di turunan jembatan Dewi.
Kehadiran jembatan apung sepanjang 40 meter dan lebar dua meter itu bisa lebih memudahkan para pejalan kaki. "Sedari pagi hingga petang, pasti banyak warga mengakses kawasan ini," ujarnya.
Jembatan apung juga didesain sedemikian rupa agar bisa menyesuaikan kondisi saat air pasang maupun surut. "Ini identik dengan kota sungai kita. Kalau di tempat lain underpass berada di tanah, kita berada di sungai," bandingnya.
Ibnu menegaskan hadirnya jembatan apung merupakan bentuk pelayanan pemerintah untuk warga. Salah satunya melalui pelayanan pembangunan. "Seiring dengan itu, semoga di akhir tahun, kawasan Kampung Ketupat yang sedang dibenahi (proyek lain, red) juga bisa rampung. Supaya jadi destinasi baru untuk wisata dan kuliner di Banjarmasin," harapnya.
Kapan jembatan apung tersebut diresmikan? Ibnu mengatakan bahwa diresmikan atau tidak, fasilitas itu kini diharapkan bisa dinikmati oleh warga Kota Banjarmasin.
Dari hasil pantauan Radar Banjarmasin kemarin (16/11), jembatan apung ternyata memang sudah bisa diakses. Meskipun masih terpasang spanduk larangan masuk bagi yang tidak berkepentingan dan pita pembatas di arah Siring Patung Bekantan. Beberapa pekerja juga masih tampak beraktivitas.
Warga sekitar yang ditemui Radar Banjarmasin menyampaikan bahwa jembatan apung memang sudah bisa dilintasi. Tapi, bukan berarti pekerjaan sudah sepenuhnya rampung. "Di arah Siring Patung Bekantan itu, saya lihat masih ada pagar yang belum dipasang. Mungkin sisa finishing saja lagi," tutur warga yang enggan namanya dikorankan itu.
Pemandangan bangunan yang berada persis di bawah Jembatan Dewi itu memang jadi tampak menarik perhatian. Dari arah siring Kampung Ketupat yang sudah sepenuhnya rampung, sejumlah warga tampak asyik bersantai di atas jembatan apung itu. "Saya pribadi merasa terbantu dengan adanya jembatan ini. Jadi tak kesulitan lagi untuk menyeberang," ungkap warga yang asyik bersantai, Humaidi.
Perlu diketahui, pengerjaan jembatan itu dimulai akhir Juli lalu. Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp4,5 miliar. Proyek jembatan ini juga merupakan proyek lanjutan pembangunan dermaga apung di Siring Pierre Tendean pada tahun 2018 lalu.(war/gr/dye)
Editor : Muhammad Helmi