Taman yang berada di atas trotoar di sepanjang Jalan Ahmad Yani Banjarmasin itu pun tampak cantik.
Selasa (8/11) malam itu, tampak sejumlah pekerja. Meriung di antara deretan taman vertikal. Rupanya, mereka ditugaskan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, untuk memasang lampu hias itu.
"Sudah tiga hari ini pemasangan dilakukan. Dari pukul 20.00 sampai pukul 02.00 dini hari," ujar Wawan. Ia kepala koordinator pemasangan lampu hias, yang ditemui Radar Banjarmasin malam itu.
Wawan menjelaskan, pemasangan lampu hias led strip itu dilakukan di dua lokasi. Yakni, di kawasan Jalan Ahmad Yani dan kawasan Jalan S Parman.
Total keseluruhan taman vertikal yang dipasangi lampu hias berjumlah 132 titik. Rinciannya, di kawasan Jalan Ahmad Yani sebanyak 78 titik.
Kemudian di kawasan Jalan S Parman sebanyak 54 titik. Pemasangan di kedua kawasan tersebut ditarget rampung dalam waktu sebulan.
Disinggung apakah di kawasan Jalan S Parman sudah dilakukan pemasangan, Wawan menyatakan belum.
Ia mengatakan, ia beserta rekan-rekannya baru menyasar kawasan tersebut, apabila pamasangan di ruas Jalan Ahmad Yani sepenuhnya rampung.
"Di kawasan S Parman itu membutuhkan waktu pemasangan yang cukup lama. Baru bisa dipasang ketika arus lalu lintas mulai sepi. Mungkin sekitar pukul 20.00 wita," jelasnya.
Hal itu diungkapkannya bukan tanpa alasan. wawan bilang, ruas Jalan S Parman, tak selebar Jalan Ahmad Yani.
"Kalau arus lalu lintas masih padat, kami tidak bisa memasang lampu hias ini. Jalanan bisa macet karena dipasangi plang penanda bahwa sedang ada pengerjaan," ucapnya.
Di sisi lain, Wawan menambahkan bahwa pemasangan lampu hias di taman vertikal ini bukanlah yang pertama kali dilakukan.
Ia menuturkan, jauh sebelum banjir besar melanda ruas jalan Banjarmasin pada awal tahun 2021 lalu, lampu hias ini juga sudah dipasang.
"Terpapar banjir, sebagian lampu hias ada yang rusak. Jadi terpaksa dicopot," tuturnya.
Lantas, apakah ada yang berbeda dari lampu hias yang dipasang dahulu itu? Wawan menyebut ada. Tapi, perbedaannya tidak begitu signifikan.
"Hanya warna lampunya saja yang mengalami penambahan. Dulu, tak ada warna pink dan ungu. Sekarang, kedua warna itu ada," tutupnya.
Diketahui, lampu hias yang dipasang hanya menyala malam hari. Itu karena sumber dayanya bergantung pada nyala penerangan jalan umum alias PJU.
Maka apabila PJU menyala, lampu hias itu juga menyala.
Terpisah, Kepala Bidang Pertamanan di DLH Banjarmasin, Wahidah membenarkan bahwa pihaknya lah yang melakukan pemasangan lampu hias led strip itu.
Dia bilang, itu semata-mata dilakukan untuk mempercantik hiasan taman vertikal yang ada.
"Setelah dipasang, tiap bulan kami lakukan pemeliharaan atau perawatan. Utamanya, soal kelistrikan," ujarnya ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin, kemarin (9/11) siang di Balai Kota.
Wahidah juga membenarkan bahwa sebelum banjir besar di awal tahun 2021 lalu, lampu hias itu memang pernah dipasang. Namun, ketika banjir melanda, lampu hias terpaksa dilepas.
"Selain ada yang rusak karena terendam banjir, kelistrikannya juga terganggu," jelasnya.
Disinggung mengenai dana yang dikucurkan untuk menghias taman vertikal dengan lampu led itu, Wahidah mengatakan sekitar Rp144 juta untuk dua kawasan. Yakni di kawasan Jalan Ahmad Yani dan Jalan S Parman.
Lebih jauh, Wahidah berharap agar sama-sama menjaga fasilitas publik yang sudah dibangun atau dibenahi.
"Kita sama-sama tahu, tanaman di atas trotoar itu kerap dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab," pungkasnya. (war)
Editor : Muhammad Helmi