“Sudah cukup lama jalan itu rusak,” kata Ansari pemilik Warung CC berlokasi di pinggir jalan yang berlubang itu, Rabu (2/11) siang.
“Brak!” Ansari tirukan suara pengendara yang sering menjadi korban rusak jalan itu. Dia menambahkan, keadaan rusak jalan makin pelik ketika genangan air hujan ada. “Pengendara jadi tidak melihat ada lubang di jalan,” jelasnya.
Jalan Puyau pun termasuk ramai dilalui pengendara. Dalam pantauan Radar Banjarmasin selama hampir 20 menit di lokasi dari perkiraan pukul 11.04 Wita memang benar adanya. “Pagi dan sore, lebih ramai dan padat,” tambah Ansari.
Selain pengendara terentak karena lubang jalan, salah seorang warga di sebelah warung Ansari mengatakan, pernah jatuh korban.
Warga menduga, rusaknya jalan sebabkan karena mobil-mobil besar kerap lalu di Jalan Puyau. Jalan ini dijadikan pengendara mobil besar sebagai alternatif menuju Jln Trikora.
“Daripada lewat lampu merah pertigaan Trikora-Cempaka, kan di sana sering macet,” katanya.
Benar saja, sepanjang Ansari memberi keterangan kepada Radar Banjarmasin, jalan itu sudah dilalui empat truk dalam waktu berdekatan. “Itu agak pelan, biasanya ada truk yang ngebut,” jelasnya.
Ansari mengatakan, selama ini perbaikan jalan dilakukan hanya atas inisiatif warga sekitar. Dari aspal sampai semen sudah diupayakan warga. “Tapi ya masih saja,” ujarnya prihatin.
Warga pun berharap, agar jalan ini diperbaiki, juga pengaturan lalu lintas di Pertigaan Trikora-Jln Mr Cokrokusumo bisa lebih baik, sehingga tidak mengakibatkan kemacetan panjang, membuat truk-truk mencari jalan alternatif yang sebenarnya bukan disediakan untuk angkutan besar. (mr-157/yn/bin)
Editor : Muhammad Helmi