Digadang-gadang sebesar Masjid Raya Sabilal Muhtadin di Banjarmasin. Proyek akan dimulai tahun depan, lokasinya di kawasan perkantoran pemprov di Cempaka.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kalsel, Ahmad Solhan mengatakan, seremoni peletakan batu pertama akan digelar pada pertengahan November ini.
"Paling lambat pertengahan November ini. Dilanjutkan dengan pekerjaan tahap awal, pembuatan pondasi," ujarnya kemarin (30/10).
Proyek ini ditarget rampung pada 2024. "Jadi ini proyek tahun jamak, dari 2023 hingga 2024. Sama dengan proyek Tugu 0 Kilometer di Banjarmasin," tambahnya.
Terkait desain, Solhan menyampaikan, masjid in berkonsep terbuka. Tanpa dinding. "Diapit oleh danau-danau buatan," ucapnya.
Sayangnya, ketika ditanya ihwal anggaran dan luasan lahan masjid, Solhan mengaku tidak hafal. Yang jelas, sudah masuk tahap lelang.
Terpisah, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menyampaikan, Banjarbaru sengaja dipilih karena inilah ibu kota provinsi yang baru.
"Provinsi kan punya Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Sekarang ibu kota sudah berpindah ke Banjarbaru. Kami ingin ada masjid besar juga di daerah perkantoran sini," ujarnya.
Ditambahkannya, pemilihan nama Guru Sekumpul sungguh tepat. Karena beliau ulama besar yang dikenal hingga luar Kalimantan, bahkan luar Indonesia.
"Peran guru sangat berpengaruh bagi pembangunan spiritual Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel dan masyarakat Indonesia," tegasnya.
Mundur ke belakang, ini bukan yang pertama. Pada Desember 2020, pemprov merampungkan Masjid Bambu di Desa Kiram, Kabupaten Banjar. Belakangan dinamai Masjid KH Abdul Qadir Hasan, proyek masjid ini menelan anggaran hingga Rp15 miliar. (ris/gr/fud)
Editor : Muhammad Helmi