Kepala BKD dan Diklat Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menargetkan sebanyak 90 pejabat eselon III mengikuti kegiatan tersebut tahun ini. "Tapi tadi, tidak sampai 90 peserta. Ada beberapa yang tidak bisa berhadir karena sedang ada kegiatan di luar daerah. Tapi, masih bisa menyusul di lain hari," ujarnya, kepada Radar Banjarmasin, kemarin (27/10).
Menurutnya, kegiatan ini penting dilakukan untuk mengukur potensi dan skill pejabat terkait. Istilahnya manajemen talenta. "Kita punya peraturan wali kota untuk manajemen talenta. Lalu, ada pula perwali yang menjelaskan tentang pola karir. Selama ini, sekitar lima hingga enam tahun, itu tak pernah dilakukan," jelasnya.
Lantas apakah hasil asesmen bisa menjadi pertimbangan pejabat yang bersangkutan untuk merotasi posisi pejabat hingga mengisi beberapa jabatan di SKPD yang kosong? Ambil contoh ada dua posisi jabatan eselon III lowong. Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, serta Sekretaris BKD dan Diklat Kota Banjarmasin. Di level atas ada pula posisi jabatan eselon II yang masih kosong.
Misalnya posisi Staf Ahli Bidang Kerja Sama dan Investasi yang baru ditinggalkan pejabatnya lantaran purna tugas. Posisi Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) juga belum diisi pejabat definitif.
Menanggapi hal itu, Totok mengatakan itu tergantung hasilnya ke depan. Paling utama dari hasil asesmen ini pihaknya bisa mengetahui dan bisa memetakan pejabat yang bersangkutan dapat diletakkan di mana. "Bisa diklasifikasikan nantinya. Lalu, tergantung pimpinan nantinya meletakkan di mana. Tapi paling tidak, hasil asesmen ini bisa menjadi salah satu pertimbangan," ucapnya.
"Tapi kami berharap, hasil asesmen ini benar-benar bisa dapat mengukur skill hingga potensi pejabat profesional sesuai dengan yang diharapkan," tuntasnya.(war/az/dye)
Editor : Muhammad Helmi