Contohnya titik jalan depan Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnul Amin, Desa Pamangkih, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Sepanjang hampir 200 meter lebih banyak lubang dan tambalan aspal yang bisa membahayakan pengendara. "Tahun lalu ada perbaikan, tapi bentuknya penambalan aspal. Bukan tambah mulus, tapi makin bergelombang," kata Muslim warga setempat, Minggu (16/10).
Ia berharap jalan provinsi ini segera diperbaiki secara permanen. "Harus ekstra hati-hati supaya pengendara selamat. Apalagi daerah sini banyak santri," tambahnya.
Rusaknya jalan juga disorot anggota DPRD HST, Yajid Fahmi. Menurutnya, pemerintah provinsi harus segera bertindak. "Di jalan itu banyak santri dari ponpes menyeberang jalan untuk mandi ke sungai. Dengan kondisi jalan banyak tambalan bisa berbahaya bagi pengendara dan santri," desaknya.
Yajid minta ada perbaikan permanen. Seperti di ruas jalan Sungai Buluh yang sedang dikerjakan sekarang. Menurutnya, menambal jalan yang rusak bukan menyelesaikan masalah.
Tapi, malah menambah masalah baru. "Di Balai Jalan ada anggaran rutin untuk perbaikan. Dari anggaran rutin bisa diarahkan untuk perbaikan. Jangan ditambal. Kalau bisa perbaikan jalan yang memanjang," tambahnya.
Selama ini Balai Jalan hanya melakukan perbaikan di spot-spot jalan tertentu. Padahal dana perbaikan rutin pasti dianggarkan. "Mewakili masyarakat HST, minta ini segera direspons. Di beberapa daerah lain kalau ada perbaikan jalan, jarang yang hanya ditambal. Tapi, kalau di HST kebanyakan hanya ditambal," bandingnya.(mal/az/dye)
Editor : Muhammad Helmi