Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Baru Tiang, Pembangunan JPO di Loktabat Utara Katanya Sudah 85 Persen

Muhammad Helmi • Kamis, 13 Oktober 2022 | 12:09 WIB
NAIK PESAWAT: Calhaj Embarkasi Banjarmasin saat menaiki pesawat menuju tanah suci, seorang calhaj terpaksa tertinggal karena kondisi dokter menyatakan tak laik terbang. Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin
NAIK PESAWAT: Calhaj Embarkasi Banjarmasin saat menaiki pesawat menuju tanah suci, seorang calhaj terpaksa tertinggal karena kondisi dokter menyatakan tak laik terbang. Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin
BANJARBARU - Progres pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jl A Yani Km 34 Loktabat Utara Banjarbaru, di lapangan baru terlihat tiang baja berdiameter besar, itu pun baru berdiri di satu sisi. Di sisi jalur Banjarbaru menuju Banjarmasin, atau samping SPBU Coco Loktabat.

Selain tiang, juga terlihat rangka baja berukuran besar. Beberapa pekerja juga mengerjakan tugasnya untuk mengurus material-material dari JPO senilai kurang lebih Rp4,8 miliar ini.

Meski demikian, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru, Adi Maulana menyebut per tanggal 12 Oktober 2022, progres pembangunan sudah di atas 85 persen. "Tepatnya 86,50 persen. Kurang lebih sisa 15 persen lagi rampung."

Alasan Adi menyebut demikian, karena saat ini material struktur utama baja grider sudah ada semua di lokasi. Sehingga pekerja di lapangan katanya saat ini akan masuk tahapan perakitan.

"Karena sistem pembangunannya ini perakitan, jadi ketika material struktur utama sudah tiba, maka masuk ke tahap perakitan JPO nya. Ini kurang lebih prosesnya 2-3 pekan," bebernya.

Untuk perakitan ini sendiri, Adi memastikan tak akan mengganggu arus lalu lintas. Sebab, perakitan ujarnya dilakukan di dalam area khusus proyek dan tak harus memakan area di sekitarnya.

"Hanya saja nanti saat proses lifting atau pengangkatan bentang utama JPO akan ada pengalihan arus lalu lintas. Ini kemungkinan di akhir bulan," ujarnya.

Meski akan berdampak pada arus lalu lintas. Ia menjelaskan bahwa pengerjaan tak akan dilakukan di jam-jam sibuk. Melainkan di rentang waktu larut malam hingga dini hari.

"Proses lifting direncanakan di malam hari selama 2 malam. Waktunya dari jam 12 malam sampai dengan jam 3 pagi. Ini sudah disepakati seperti itu dengan Polres dan Dishub agar pengalihan arusnya lebih mudah," katanya.

Lalu kapan JPO ini bisa dijajal warga umum? Adi tak mau menjanjikannya secara pasti. Namun sesuai kontrak pengerjaan dan target yang dipatok, JPO harusnya katanya bisa dioperasionalkan sebelum pergantian tahun.

"Kalau kontraknya berakhir 28 Desember 2022, tapi kita mengupayakan bisa satu pekan lebih cepat. Sehingga warga Banjarbaru bisa menikmatinya di momen pergantian tahun nanti," tutupnya. (rvn/ij/bin)
Editor : Muhammad Helmi
#banjarbaru #Jembatan Penyeberangan