Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

DED Pembangunan Stadion di Banjarbaru Dirancang, Tapi Anggaran Belum Terang

Muhammad Helmi • Kamis, 29 September 2022 | 11:05 WIB
RANCANGAN: Gambar stadion utama Sport Center Banjarbaru.
RANCANGAN: Gambar stadion utama Sport Center Banjarbaru.
BANJARBARU - Setelah deklarasi akan membangun stadion. Topik ini terus menjadi pembicaraan hangat di masyarakat.

"Kota Banjarbaru saya pikir memang harus punya stadion. Di sini banyak klub sepakbola, bahkan kan stadion ini bisa digunakan oleh klub-klub profesional di liga Indonesia," kata Kurniawan, pemain klub Pesat Bejebe.

Sejauh ini di Kalsel kata Kurniawan hanya ada beberapa stadion yang representatif. Dan itupun lokasinya berada di luar Banjarbaru. Sehingga, dengan status Kota Banjarbaru sebagai Ibu Kota Provinsi sekarang, maka stadion jadi sebuah kebutuhan.

"Bisa dilihat saja bagaimana animo warga Banjarbaru terhadap olahraga sepakbola. Tak hanya banyak klub-klub eksis, tapi suporternya juga banyak. Makanya kalau ada stadion kan ini akan terfasilitasi," katanya.

Terpisah, Pemko Banjarbaru melalui Dinas PUPR Kota Banjarbaru mengklaim rencana pembangunan stadion masih berlanjut. Bahkan sekarang sudah di tahap pembuatan DED (Detail Engineering Design).

"DED sudah mencapai 40 persen, semoga bisa cepat rampung," kata Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Banjarbaru, Nina Aphrodita.

Pihak konsultan DED ujarnya masih menghitung struktur bangunan stadion. "Kalau sudah final, nanti DED akan difinalisasi lagi secara keseluruhan."

Ditambahkan oleh Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banjarbaru, Erwin, kalau dari sisi skema anggaran, pihaknya telah mengajukan ke pemerintah pusat.

"Kita coba ajukan sumber pendanaannya ke Kementerian Pemuda dan Olahraga. Karena memang skema utamanya adalah mencoba mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat," katanya.

Kalau pun pemerintah pusat tak bisa 100 persen mengakomodir pendanaan stadion ini. Maka salah satu skema yang bisa dijajaki katanya adalah sistem sharing anggaran.

Ia mencontohkan bahwa bisa saja dengan sistem persentase 50:50. Yakni dana APBN setengahnya, dan separo lagi ditunjang dari APBD Kota Banjarbaru.

"Tapi itu masih skema, karena kita akan maksimalkan yang ada dulu. Sebab kita juga harus berhitung terkait kemampuan APBD kita, harapan kita kan ini tidak sampai membebani berlebihan APBD kita. Yang jelas lahan sudah siap," urainya.

Ditanyakan berapa sumber anggaran yang diperlukan. Erwin menjawab bahwa ada dua tipe anggaran. Yang mana ada skema anggaran untuk Sport Center dan satunya hanya untuk stadion saja.

"Kalau sport center itu kan estimasinya sekitar 500 miliar rupiah, kalau stadion mungkin setengahnya. Cuman sekarang sejauh ini kecenderungannya stadion dulu," tutupnya. (rvn/ij/bin)
Editor : Muhammad Helmi
#banjarbaru #Stadion