Ada saja yang tak bisa menunjukkannya. Tetapi karena kasihan, pramudi membiarkan mereka naik.
Memang tak banyak. Hanya satu dua penumpang dari setiap kenaikan. Seperti pantauan Radar Banjarmasin di halte nol kilometer di Jalan Sudirman, Banjarmasin Tengah.
"Naik saja, besok sudah harus beli ya pak," kata pramudi kepada penumpangnya.
Meski tak menolak penumpang, di dalam bus sebelum berangkat, pramudi menawarkan kartu uang elektronik tersebut kepada para penumpang.
"Memang kami bawa untuk meminta penumpang membeli agar mereka nanti bisa naik," jelasnya seraya meminta namanya tak dikorankan.
Harga kartu e-Money sebenarnya tak mahal, Rp35 ribu. Belum termasuk saldo.
Bagi calon penumpang yang memiliki gawai, mereka lebih memilih mengunduh dan meng-install aplikasi TemanBus.
"Kalau saya tak punya smartphone, jadi menebus (kartu e-Money) saja," tutur Hilmi.
"Untung dijual langsung di bus, jadi tak menyusahkan," tambah warga Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar itu.
Sementara bagi Indri yang saban sore memanfaatkan bus ini untuk pulang kerja, merasa tak masalah dengan aturan baru ini.
Menurutnya, memang lebih aman memakai e-Money ketimbang membawa-bawa uang tunai. "Kalau diatur begini, tidak sembarangan penumpang bisa naik," ujar warga Loktabat, Kota Banjarbaru ini.
Indri sudah lama memiliki kartu e-Money yang dikeluarkan salah satu bank BUMN. "Dulu belinya cuma Rp25 ribu," sebutnya.
Perlu ditekankan, layanan transportasi massal ini masih gratis.
Dikonfirmasi terpisah, Koorsatpel Terminal Tipe A Gambut Barakat, Daniel Bernhard menjelaskan, ada perlakuan berbeda dengan kebijakan ini.
Khusus di terminal Jalan Ahmad Yani kilometer 17 dan kilometer 6, penumpang harus memiliki kartu e-Money atau aplikasi. "Tak ada salah satunya, tak dinaikkan," ujar Daniel.
Penerapan ini agar penumpang siap menghadapi kenaikan tarif dan pembayaran non tunai. "Sebagai bentuk sosialisasi kepada penumpang, agar mereka tak kaget ketika diterapkan nanti," imbuhnya.
Disebut wajib pun, sebenarnya tidak ada pemindaian barcode untuk kartu e-Money atau aplikasi TemanBus tersebut. Bahkan, alatnya saja tidak terlihat. Para pramudi mengatakan, alatnya masih diperbaiki.
Soal kekurangan infrastruktur penunjang e-Money di BTS Banjarbakula ini diakui oleh Kepala Balai Pengelola Transfortasi Darat (BPTD) Wilayah XV Kalimantan Selatan, Zulmardi. "Ada beberapa yang sedang dalam perbaikan," terangnya. (mof/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi