Meskipun sudah jelas dilarang, namun rupanya masih ada saja PKL yang nekat berjualan di area tersebut. Mereka yang berjualan tampak tak mendirikan warung, namu berjualan dengan sepeda motor dilengkapi gerobak dan ada meja dan kursinya juga.
Setidaknya ada dua PKL yang terpantau kemarin (18/9) siang. Ada yang jualan nasi goreng dan satunya lagi jualan berbagai macam minuman dingin. Warung mereka juga tampak ramai. Kebanyakan yang singgah adalah pengendara motor.
"Saya tidak tahu kalau sudah dilarang, dikira masih seperti biasa. Kan enak singgah disini," kata Wandi, salah satu pengendara.
Menariknya, salah satu pedagang yang nekat berjualan, MM (41) rupanya mengaku bukan pedagang lama. Ia baru saja nekat berjualan dengan sepeda motornya selepas belasan PKL sebelumnya ditertibkan."Ambil momen saja, kemarin juga lihat banyak paman-paman pentol singgah berjualan disini, ya ngikut saja. Alhamdulillah rame sih," katanya.
Soal dirazia atau bakal diangkut aparat? Pria asal Liang Anggang Banjarbaru ini mengaku tak terlalu memikirkan ke arah sana. "Yang penting saya bisa makan dan menafkahi anak istri dulu."
Terkait keberadaan para PKL ini, pihak aparat mengaku sebenarnya sudah rutin menggelar patroli. Yang mana kawasan tersebut memang jadi salah satu target patroli petugas."Kita sering lakukan patroli setelah kegiatan penertiban itu, bahkan sampai sekarang masih dilakukan," kata Kasi Opsdal Satpol PP Banjarbaru, Yanto Hidayat.
Soal PKL yang terpantau ada, Yanto menyebut bahwa memang pihaknya tak menampik. Ia pun menyebut jika petugas kerap harus kucing-kucingan dengan para PKL yang nekat berjualan tersebut.
"Kita beberapa kali dapat laporan ada yang berjualan, lalu pas kita datangi atau cek mereka kabur. Karena memang lapaknya bisa diangkut pindah seperti itu," katanya.
Apabila ada yang bakal terjaring, Yanto menegaskan akan memberikan sanksi tegas. Sebab katanya bahwa area tersebut memang sudah ditegaskan dilarang untuk dijadikan area berjualan. (rvn/ij/bin)
Editor : Muhammad Helmi