Kabid Perencanaan Program pada RS Ratu Zalecha Martapura, Gusti Supian mengatakan layanan VIP Intan sudah ditutup sejak Senin (1/8) lalu. "Mungkin sampai jumlah pasien Covid-19 mengalami penurunan, baru dibuka lagi," katanya.
Dia menyebut layanan VIP Intan ditutup untuk merawat pasien Covid-19 yang bergejala ringan. "Jadi yang gejala ringan tidak digabung di ruang isolasi," sebutnya. Kini masih ada sekitar sembilan pasien Covid-19 yang mereka rawat. "Jumlahnya stabil, belum ada penurunan," ungkapnya.
Lonjakan jumlah pasien Covid-19 terjadi sejak dua pekan terakhir. "Tapi tidak ada yang berat. Semuanya hanya gejala ringan hingga sedang," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Diauddin mengakui kenaikan kasus Covid-19 terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Kalsel. Pada Rabu (17/8) tadi, penularan Covid-19 di Banua bertambah 35 kasus.
Tertinggi berasal dari Kota Banjarmasin sebanyak 16 kasus. Selanjutnya dari Banjarbaru 8 kasus, Banjar 4 kasus, dan Tapin 4 kasus. Masing-masing satu kasus di Tanah Laut, Kotabaru dan Balangan.
Diauddin menduga peningkatan kasus terjadi karena varian baru Covid-19, Subvarian Omicron (BA.4 dan BA.5). "Kemungkinan varian baru ini sudah masuk ke Kalsel," ucapnya.
Dia menyebut subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian omicron sebelumnya, BA.1 dan BA.2. "Sedangkan untuk tingkat keparahan, tidak ada indikasi kesakitan yang lebih parah dari varian omicron sebelumnya," sebutnya.
Menurutnya, kenaikan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir ini harus jadi perhatian masyarakat.
Semuanya diharapkan kembali disiplin protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak, dan sering mencuci tangan pakai sabun. Pihaknya menggencarkan vaksinasi Covid-19, khususnya mengejar target capaian booster atau suntik dosis ketiga.
Sebab, capaian vaksinasi booster masih di bawah 30 persen dari target sekitar 3 juta sasaran.(ris/az/dye) Editor : Muhammad Helmi