Pekan jurnalistik ini menyoroti jurnalisme warga yang dikemas dalam bentuk seminar. Ini kegiatan tahunan LPM Lentera. Event ini menghadirkan dua wartawan senior sebagai pembicara.
Wakil Direktur Radar Banjarmasin Toto Fachrudin, dan Executive Producer MNCTV Andry Susanto.
Toto Fachrudin mengisi Studium Generale pada sesi pertama. Toto memaparkan prinsip jurnalisme warga dengan jurnalisme pada umumnya berbeda. Salah satunya terkait kedalaman berita yang bersumber data dan fakta.
Toto bersyukur atas terlaksananya seminar ini. Ini akan menjadi gambaran bahwa pers mahasiswa di Kalsel tidak mati suri. Selain itu, ia menilai perlu adanya peningkatan pers mahasiswa.
“Kegiatan ini perlu dimaksimalkan lewat kegiatan tertentu, seperti lomba jurnalistik, seminar, peningkatan soft skill, dan public speaking,” ujarnya.
Selanjutnya diisi dengan seminar jurnalistik oleh Andry Susanto. Dia juga menuturkan jurnalis warga berbeda dengan jurnalis profesional. Namun, jurnalis warga dan jurnalis professional tetap saling menguntungkan satu sama lain.
Jurnalis warga bertindak sebagai pelapor, dan media sebagai validasi laporan. “Dari beberapa kasus, kita memang membutuhkan informasi-informasi dari warga,” ungkapnya.
Selain seminar, rangkaian Pekan Jurnalistik juga diisi dengan lomba fotografi, videografi, artikel, dan infografis. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.(tia/az/dye)
Editor : Muhammad Helmi