Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kasus Demam Berdarah Sedang Tinggi, Dinkes Anjurkan Tidur Pakai Kelambu

Muhammad Helmi • Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:00 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
BANJARMASIN - Kasus demam berdarah dengue alias DBD masih mengancam warga. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, hingga bulan Juli tadi, lebih dari 30 orang terpapar DBD.

"Saat ini terjadi peningkatan kasus DBD yang cukup signifikan. Termasuk yang dirawat di rumah sakit," ungkap Kepala Dinkes Banjarmasin, M Ramadhan, Rabu (3/8) siang di Balai Kota.

"Dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit atau P2P, awalnya hanya ada tiga pasien. Lalu menjadi lima. Dan dari data terakhir, ada delapan yang harus mendapat perawatan di rumah sakit," jelasnya.

Menurut Ramadhan, yang mengkhawatirkan, dominasi terpapar penyakit dari gigitan nyamuk aedes aegypti itu 60 persen adalah anak-anak. Sedangkan orang dewasa hanya sekitar 40 persen saja.

Lantas, apa upaya yang dilakukan pihaknya? Terkait itu, Ramadhan mengaku sudah menginstruksikan seluruh Puskesmas di Banjarmasin untuk melakukan fogging atau pengasapan di sekitar lokasi pasien yang dinyatakan positif DBD.

"Kami juga sudah menginstruksikan untuk melakukan skrining. Bagi mereka yang terindikasi DBD dan dirujuk ke rumah sakit, jika hasilnya positif, maka kami lakukan pengasapan di wilayah tempat tinggal yang bersangkutan," ujarnya.

Hingga kini, menurut Ramadhan, ada 11 kelurahan yang sudah dilakukan pengasapan. Sebagian diantaranya, Kelurahan Pelambuan, Alalak Utara, Sungai Bilu, Beruntung Raya, Kuin Raya, Gadang dan Pekauman.

"Kemudian juga ada Kelurahan Basirih Baru, Alalak Selatan, Kelayan Timur, dan Kelurahan Pemurus luar," rincinya.
Di sisi lain, meningkatnya kasus DBD, tidak terlepas dari musim pancaroba. Situasi ini membuat nyamuk pembawa penyakit berkembang biak semakin banyak.

Untuk itu, Ramadhan menekankan agar masyarakat juga tidak melulu bergantung dengan pengasapan. "Selain fogging, warga juga harus menerapkan pola 3M. Yakni, rajin membersihkan, menguras dan mengubur tempat penampungan air yang biasa menjadi sarang nyamuk," sarannya.

Dan, yang pasti jaga kesehatan dengan rajin mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin. Kalau perlu, tidur pakai kelambu. (war) Editor : Muhammad Helmi
#demam berdarah