“Satu jemaah yang harus tetap tinggal di Makkah karena sakit,” ungkap Kasi Haji dan PHI Kemenag Kota Banjarmasin, Zainal Mutaqin, Rabu (3/8) sore.
Jemaah itu bernama Arpani. Usianya enam puluh tahun. Dia warga Jalan Pekapuran Raya, Banjarmasin Timur. Arpani masuk dalam kloter tujuh.
Informasi yang didapat Zainal, Arpani harus dirawat di rumah sakit lantaran menderita sakit jantung. Kondisi kesehatannya yang terus menurun, terpaksa dilarikan ke rumah sakit King Abdullah. Ia harus dioperasi di sana.
Kabar terakhir, Arpani harus menjalani operasi. Kondisinya sekarang sedang dalam masa pemulihan. Ia berharap, kesehatan jemaah semakin membaik dan bisa segera pulang ke Banjarmasin.
“Karena istrinya pulang duluan, Arpani sendirian saja. Aturan di sana memang begitu,” katanya.
Lalu, kapan Arpani bisa dipulangkan ke Banjarmasin? Zainal belum bisa memprediksi. Masih tergantung perkembangan kesehatannya. Bisa saja pulang bersama dengan kloter dari daerah lain atau dijemput petugas haji Indonesia.
“Kemungkinan besar akan diberangkatkan di kloter terakhir Indonesia, dan dijemput petugas haji,” ucapnya.
Meski ada beberapa jemaah yang meninggal dan harus mendapat penanganan medis, Zainal melihat pelaksanaan ibadah haji berjalan dengan lancar. Pelayanan yang diberikan Arab Saudi juga lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Diketahui, jemaah haji dari Banjarmasin berjumlah 273 orang. Dari tujuh kloter Kalsel yang diberangkatkan, kloter asal Banjarmasin dibagi menjadi tiga. Ada yang masuk kloter tiga sebanyak 46 orang, kloter empat 54 orang dan kloter tujuh 136 orang. Kloter tiga dan empat masuk gelombang pertama, kloter tujuh masuk gelombang kedua. (gmp)
Editor : Muhammad Helmi