Tentu, jumlah itu bukan seluruhnya. Pelatihan yang digelar kemarin, baru tahap pertama. Ada lagi tahap selanjutnya. Entah di akhir tahun atau awal tahun mendatang.
Setidaknya, itu yang diungkapkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banjarmasin, Budi Setiawan. "Yang terdaftar di situs e-damkar lebih dari 300 BPK/PMK Swakarsa. Karena kuota terbatas, jadi digelar bertahap," ucapnya di Balai Kota.
Pelatihan safety driving digelar di dua tempat. Untuk materi di aula Kayuh Baimbai Balai Kota. Sedangkan praktik, di ruas Jalan Lambung Mangkurat.
Di situ, jalanan sudah disterilkan dari kendaraan yang melintas. Skill mengemudi para driver unit BPK/PMK Swakarsa diuji. Dari trek lurus, hingga menikung untuk berputar balik.
Namun, sebelumnya para driver mengikuti panduan atau arahan langsung dari delapan personel Dirlantas Polda Kalsel.
"Kami berharap, ke depannya hanya driver yang sudah mengikuti pelatihan ini yang mengemudikan unit. Selain bisa cepat, keselamatan berlalulintas di jalan juga wajib diperhatikan," tekan Budi.
Disinggung apakah ada sanksi bagi driver atau BPK/PMK yang kedapatan melanggar, ia menyatakan, pihaknya tak segan-segan melakukan pembekuan hingga pencabutan izin operasional.
"Misalnya, bila sampai terjadi kecelakaan, dan terbukti menyalahi undang -undang berlalulintas," tegasnya.
Seperti diketahui, gelar safety driving diinisiasi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalsel. Tidak hanya diikuti oleh driver PMK/BPK Swakarsa di Banjarmasin saja. Tapi, juga driver dari daerah tetangga di sejumlah kabupaten/kota.
Seperti Kabupaten Barito Kuala, Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Tapin.
Ketua IMI Kalsel, Edy Sudarmadi, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk perhatian pihaknya, lantaran seringnya kecelakaan yang melibatkan unit BPK/PMK ketika menuju lokasi kebakaran.
Dengan adanya pelatihan tersebut, ia berharap dapat mengedukasi para driver untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. "Dengan bekal yang mumpuni, setidaknya bisa mencegah risiko kecelakaan," ucapnya.
Menurut Edy, apa yang dijalankan para pemadam kebakaran ini merupakan tugas yang mulia. Namun, akan lebih elok jika seluruh driver mempunyai skill dan pengetahuan cara mengemudi yang benar.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Mobility di IMI Kalsel, Muhammad Arif, menambahkan, pelatihan ini rencananya akan dilakukan secara berkelanjutan dengan peserta yang berbeda.
"Digelar setahun dua kali. Tapi kalau waktunya memungkinkan, dilaksanakan per tiga bulan. Kami lihat situasinya nanti," ucapnya.
Disinggung tagline 'Saya Cepat, Warga Selamat' yang digaungkan IMI Kalsel dalam pelatihan, ia menjelaskan, driver juga merupakan bagian dari warga. Artinya, mereka wajib mengutamakan keselamatan. Baik itu pengguna jalan mau pun dirinya sendiri.
Di sisi lain, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, menyambut baik kerja sama yang dilakukan IMI Kalsel untuk memberikan pembekalan safety driving kepada para driver BPK/PMK swakarsa.
Ibnu meminta setiap BPK/PMK untuk menjalankan apa yang sudah didapat dalam pelatihan. Terutama bagi sopir, terkait kondisi unit yang akan dibawa ke lokasi kebakaran.
"Kondisi unit harus prima. Periksa dahulu sebelum berangkat ke tempat kejadian kebakaran. Kemudian, untuk sopir jangan ugal-ugalan di jalan. Cepat boleh, tapi tetap harus menjaga keselamatan," tegasnya.
Terpisah, salah seorang driver yang mengikuti kegiatan, Arifin, mengapresiasi kegiatan yang digelar. Kendati demikian, bukan berarti tak ada catatan.
Ia berharap, ketika BPK/PMK terjun ke lapangan, warga atau masyarakat bisa turut serta membantu. Bukan malah berkerumun, lalu menonton musibah kebakaran.
"Terus terang, itu justru sangat mengganggu. Kami jadi kesulitan untuk mendekat ke lokasi," pungkas personel BPK Seberang Masjid itu. (war)
Editor : Muhammad Helmi