Ada puluhan buku yang disediakan. Umumnya berkaitan dengan sejarah. Mulai lokal, nasional, hingga dunia.
Lantaran cukup menarik perhatian, tak sedikit pengunjung RTH Kamboja mampir di lapak itu. Kemudian, menghabiskan waktu membaca buku yang disediakan.
Peminatnya tidak hanya anak muda. Tapi, juga ada anak-anak hingga orang tua. Alas duduk terpal yang disediakan, bahkan hampir tidak cukup untuk menampung.
"Menarik sekali. Semestinya, kegiatan seperti ini dibikin besar dan rutin," ucap Subhan, salah seorang warga.
Kegiatan ini, tambah dia, bisa menjadi alternatif bagi warga yang ingin mencari hiburan lain, tapi juga mencerdaskan.
BHC Banjarmasin sendiri terbentuk sejak 10 November tahun 2019 lalu. Anggotanya berjumlah sekitar 79 orang, dengan 30 orang pengurus.
Jauh sebelum menggelar lapak baca, BHC rutin menggelar diskusi dan seminar. Di tengah pandemi Covid-19 misalnya, mereka kerap melakukan weebinar atau seminar online bertema sejarah.
Pemateri atau narasumber, tentu saja mereka yang konsen dengan sejarah. Mulai dari budayawan hingga akademisi.
Ketua Umum BHC Banjarmasin Mursidul Amin menjelaskan, kegiatan yang digagas bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejarah melalui literasi sejarah. "Di sekolah, pembelajaran sejarah hanya disampaikan secara umum saja. Apalagi bila menyangkut pelajaran sejarah Kalsel. Itu yang membuat kami menggelar lapak baca," jelasnya.
Amin sendiri tidak menyangka, lapak baca itu bakal mendapat respons positif dari masyarakat yang berkunjung ke RTH Kamboja. "Pertama kali dihelat, kami tak menyangka seramai ini," ungkapnya.
BHC sengaja menyediakan buku-buku sejarah, supaya menjadi ciri khas komunitas dan selaras dengan komunitas yang memang pegiat sejarah. "Insyaallah, kegiatan ini akan kami adakan dua kali dalam sebulan," janjinya.
Sebagai pendamping lapak baca, BHC Banjarmasin juga menyediakan wadah mewarnai, yang bisa digunakan anak-anak. Gambar yang disediakan pun bernuansa sejarah. Seperti Pangeran Antasari, Ki Hajar Dewantara, Kapitan Patimura dan lain-lain.
Di bulan Juli mendatang, BHC juga berencana melaksanakan pengabdian ke SDN 10 Basirih. Mengenalkan sejarah Kalsel pada umumnya, dan Banjarmasin pada khususnya. Diperuntukkan bagi anak-anak sekolah dasar. (war)
Editor : Muchlisin Asy'ari