Diskusi digelar di ruang rapat Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB. Tepatnya, seusai pelaksanaan pendatanganan MoU antara kedua belah pihak, Selasa (21/6) pagi.
Dalam MoU itu, pemko meminta pendampingan ke ITB, untuk pencanangan transformasi digital di Kota Banjarmasin.
Seperti diketahui, transformasi digital mengacu pada proses dan strategi penggunaan teknologi digital secara drastis.
Pemko menginginkan hal itu bisa terwujud. Dengan harapan, untuk semakin memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.
Lantas, seperti apa pendampingan yang dimaksud? Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Banjarmasin Windiasti Kartika menyatakan, nantinya STEI ITB akan melakukan survei hingga pengukuran. Baik tentang kesiapan pemko dan kota untuk bertransformasi digital.
"Berdasarkan hasil pengukuran itu, diketahui posisi Kota Banjarmasin seperti apa. Istilahnya berada di level berapa. Dari situ, apa saja langkah yang mesti dilakukan kelak," jelasnya.
Sehingga, tambah dia, bukan bertransformasi digital tanpa adanya persiapan. Dari hasil survei diketahui bagaimana infrastruktur hingga masyarakat. "Sebab, bila pemko sudah menyiapkan aplikasi hingga infrastruktur, tapi masyarakat tidak siap, menjadi hal yang sia-sia," pungkasnya.
Senada, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menekankan, pemko hadir untuk melayani warga. Salah satunya, dengan adanya pemberian kemudahan dalam bentuk program digital.
Kendati demikian, Ibnu menyadari, tidak serta merta masyarakat bisa menerimanya. Untuk itu diperlukan kolaborasi semua pihak.
"Termasuk selama ini yang digaungkan, kolaborasi pentahelix. Di mana peran pemko, juga harus dibantu perguruan tinggi, dunia usaha, dan oleh komunitas masyarakat. Sehingga apa yang dilakukan tidak berdiri sendiri," tuturnya.
Ia mencontohkan dari segi pemulihan ekonomi. Menurut Ibnu, tentu tak bisa dilakukan sendiri. Mesti dikolaborasikan dengan semua pihak. Salah satunya bersama UMKM, yang kini diintegrasikan dengan program Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
"Saya kira ini yang harus dibangun. Termasuk Smart City. Dengan demikian, ke depan bisa terbangun integrasi lebih baik," harapnya.
Dekan STEI ITB, Tutun Sujana, menyambut baik kerja sama yang terjalin. Ia berkomitmen membantu evaluasi digital di Pemko Banjarmasin. Tujuannya, tak lain untuk kemajuan bersama.
Disinggung kapan pendampingan bakal dimulai, Tutun ingin secepatnya. Sehingga transformasi digital segera diterapkan. "Utamanya yang kami lakukan adalah survei dan memetakan kondisi eksisting seperti apa. Lalu, merekomendasikan hasilnya kepada Pemko Banjarmasin," pungkasnya. (war)
Editor : Muhammad Helmi