Totalnya ada sebanyak 25 titik yang terdata Balai Jalan Nasional Wilayah XI mengalami kerusakan parah. “Lokasinya lompat-lompat. Ada yang aspalnya terkelupas dan berlubang,” aku pejabat Balai Jalan Nasional Wilayah XI, Saleh Syamsuri kemarin.
Dikatakannya, kerusakan jalan semakin parah lantaran truk bermuatan besar masih marak. Belum lagi ada genangan yang membuat jalan semakin rusak setelah dilindas truk angkutan. “Padahal sudah kami tangani mulai akhir tahun tadi, karena ruasnya panjang, maka tak bisa cepat,” tambahnya.
Saleh menambahkan, penanganan ruas jalan ini tak hanya di Kabupaten Tanah Bumbu. Namun juga di Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut. Panjang jalannya mencapai 148 kilometer. “Penanganannya sampai akhir tahun 2023 mendatang dengan nilai kontrak Rp172 miliar,” bebernya.
Penanganan ruas jalan ini tak hanya perbaikan aspal. Namun ada di titik yang rusak parah dilakukan mulai konstruksi awal. “Kalau ditotal panjangnya sekitar 5 kilometer. Ini salah satu faktor tak bisa cepat selesai,” tambahnya.
Terkontrak sejak bulan Juli tahun 2021 lalu, penanganan yang sudah dilakukan rupanya baru sepanjang 6 kilometer. Sepanjang 3 kilometer selesai pengerasan, sisanya sudah diaspal,” sebutnya.
Penanganan yang akan dipercepat dalam waktu dekat sebutnya adalah di kawasan Angsana yang titik kerusakannya sangat parah. “Di sana kondisinya selain aspalnya banyak yang sudah terkelupas, jalannya pun banyak berlubang,” imbuhnya.
Soal rusaknya jalan ini dikeluhkan Dedy, salah satu sopir travel ini menyayangkan kerusakan jalan ini yang membuat dirinya tak bisa leluasa berkendara. “Dipaksakan bisa rusak kaki-kaki mobil,” keluhnya kemarin.
Dia menyayangkan beberapa truk besar marak melintas yang membuat kerusakan jalan semakin parah. “Belum lagi jika hujan. Lubangnya tak terlihat,” ujarnya.
Hasmi, sopir yang biasa melewati jalan ini mengatakan baru saja mengganti ban mobilnya karena mengalmi benjol setelah pulang dari Tanah Bumbu. “Kemarin Jalan Liang Anggang yang rusak parah, semoga ruas jalan di sana tak bernasib sama seperti di Liang Anggang lalu,” tuturnya. (mof/by/ran) Editor : Arief