Di RS rujukan utama pasien Covid-19 di Kalsel ini, sedianya ada 500 tempat tidur yang disiapkan. Itu pun yang diaktifkan hanya 104 tempat tidur. Pasalnya, penambahan pasien yang dirawat tak begitu tinggi.
Terdata hanya terisi 60 pasien. “Tak sampai 70 orang yang dirawat. Jauh berbeda saat varian Delta lalu,” beber Direktut RSUD Ulin Banjarmasin, Izaak Zoelkarnaen Akbar.
Untuk penanganan pasien Covid-19, RSUD Ulin sendiri menyiapkan ruang mawar dan ruang anggrek. Kedua gedung ini dapat menampung hampir 700 tempat tidur. Karena tak ada lonjakan. Yang diaktifkan hanya 140 tempat tidur. “Kami bersyukur lonjakan kasus tak diiringi perawatan yang tinggi seperti varian sebelumnya (Delta),” tuturnya.
Kasus sembuh yang dilaporkan Satgas Covid-19 Kalsel dalam beberapa hari menunjukkan peningkatan yang tinggi. Contohnya pada 1 Maret lalu, Satgas mencatat angka kesembuhan mencapai 1.006 orang. Berbeda jauh dengan penambahan kasus baru di hari yang sama, jumlahnya sebanyak 182 orang.
Sementara peningkatan tinggi kasus sembuh berlanjut di 2 Maret tadi, angkanya mencapai 560 orang. Meski ada penambahan kasus baru yang terbilang tinggi, yakni sebanyak 279 orang. Kemarin, angka kesembuhan kembali dilaporkan lumayan banyak. Yakni sebanyak 311 orang, meski dilaporkan terjadi penambahan kasus baru sebanyak 264 orang.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Sukamto mengatakan, kasus aktif dan kasus sembuh sudah mulai mengalami perbedaan mencolok. Di mana orang yang sembuh sudah mulai banyak jika dibandingkan dengan kasus baru.
Meski demikian, dia meminta agar masyarakat lengah. Pasalnya, Covid-19 masih ada di sekitar yang bisa saja menulari. “Yang ditakutkan adalah menulari mereka yang memiliki penyakit bawaan, apalagi yang usia rentan. Ini perlu kesadaran bersama agar protokol kesehatan terus diterapkan,” ujarnya.
Meski banyak yang sembuh, pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 pun masih ada. Dalam tiga hari terakhir di bulan ini. Jumlahnya mencapai 15 orang. Pada 1 Maret dilaporkan ada 6 orang meninggal dunia, 7 orang pada 2 Maret dan 2 orang kemarin. “Sekali lagi jangan anggap remeh. Masih ada laporan yang meninggal dunia karena Covid-19,” tandasnya. (mof/by/ran) Editor : Arief