Pengerukan sungai yang sempat digencarkan pada akhir tahun lalu sampai awal tahun tadi pun terhenti. Setidaknya untuk beberapa bulan.
Normalisasi sungai ini untuk mencegah banjir parah pada Januari 2021 berulang.
Ketika dikonfirmasi, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina membenarkan penundaan tersebut. Alasannya, adanya penundaan penayangan lelang di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
"Tapi dari laporan pak sekda dan pak asisten II, proses lelang akan dipercepat lagi. Termasuk untuk program normalisasi sungai ini," ujarnya kemarin (1/3).
Yang terakhir ditangani adalah Sungai Ahmad Yani. Dia berharap, berikutnya pemko bisa menangani Sungai Veteran.
"Prioritasnya adalah Jalan Veteran. Paling tidak bisa mengembalikan fungsi sungai di sana," tambahnya.
"Kami juga meminta bantuan Balai Sungai. Karena ada bantuan luar negeri untuk enam kota di Indonesia, termasuk Banjarmasin," sebutnya.
Di Veteran, pemko memiliki PR (pekerjaan rumah) besar untuk melanjutkan pembebasan lahan. Karena ada rencana untuk membelah jalan di sana dengan sungai.
Ditanya soal itu, Ibnu tak memberikan jawaban gamblang. "Intinya, saat ini kami ingin sungai itu berfungsi dulu," pungkasnya. (war/fud) Editor : Arief