Naiknya kasus Covid-19 ini juga membuat pihak Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) kembali siaga ekstra. Pasalnya, kini diketahui sejumlah penyintas harus dirawat di ruang isolasi Covid-19.
Menurut Kasi Pelayanan Medik RSDI Banjarbaru, dr Siti Ningsih, sampai siang kemarin (3/2) setidaknya ada lima pasien yang harus menjalani perawatan khusus Covid-19.
"Dari data kita, pasien mulai masuk tanggal 29 Januari 2022 dan sampai sekarang hampir setiap hari ada pasien baru kecuali tanggal 1 Februari tidak ada tambahan pasien baru Covid-19," katanya.
Dari lima pasien yang dirawat, rupanya tak hanya kalangan dewasa. Siti menyebut jika satu di antaranya malah masih masuk kategori bayi.
"Benar, satu bayi dan empat dewasa. Untuk gejalanya, pasien anak balita masuk dengan demam. Kalau orang dewasa rata-rata keluhannya karena ada penyakit penyerta, seperti hipertensi, lambung, diabet dan lain-lain," katanya.
Ditanyakan bagaimana kesiapan RSDI jika nanti muncul ledakan kasus seperti masa-masa kritis beberapa waktu lalu. Siti menjawab jika pada dasarnya RSDI selalu siap dalam menanggulangi pandemi ini dari bidang perawatannya.
"Insya Allah kita sudah siapkan. Baik itu untuk ruangan, obat, APD, dan petugas yang stand by. Kita berharap mudah-mudahan kasusnya tidak membeludak dan berat," pungkasnya.
Secara terpisah, Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, HR Budiman meminta Pemko agak mulai bersiap secara serius. Sebab, ancaman gelombang ketiga bahkan varian Omicron kata Budi sangat besar kemungkinan terjadi.
"Jangan sampai kita bingung lagi atau tidak tahu harus berbuat apa-apa. Kita sudah pernah melalui masa kritis, dan jangan sampai segala kekurangan itu malah terulang karena kita tidak bersiap jauh-jauh hari," pesannya.
Ia sendiri meminta SKPD terkait khususnya di bidang kesehatan agar mengatur langkah kongkret. Baik dari pencegahan hingga perawatan. Kasus-kasus seperti kehabisan oksigen atau banyak nakes yang tumbang tegas Budi harus diantisipasi dari sekarang.
"Jangan menunggu kasusnya meledak dulu, tapi dari sekarang sudah dipetakan apa saja langkah-langkahnya. Semakin cepat diantisipasi maka kita jauh lebih siap jikalau nanti ada lonjakan" katanya.
Terakhir ia juga meminta agar Satgas dan pihak terkait kembali mengetatkan prokes di masyarakat sekaligus pengawasannya. "Kita sudah tampak mulai abai, nah ini harus diingatkan lagi," tuntasnya. (rvn/ij/bin) Editor : Arief