Pernyataan tersebut disampaikannya, karena melihat kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kotabaru terbatas. Sehingga belum bisa sepenuhnya mengakomodir semua kegiatan yang ada di desa.
“Sekarang Forum CD- CSR harus dihidupkan lagi. Kita tidak bisa terlalu berharap dengan APBD kita. Sekarang APBD kita tidak mampu membiayai semua usulan Musrenbang desa. Saya berharap CSR lah menjadi solusinya” ungkap Syairi Mukhlis.
Melalui Forum CD- CSR itu diharapkan Syairi Muhlis usulan Musrenbang desa yang belum dipenuhi oleh APBD bisa dikabulkan melalui CSR perusahaan- perusahaan yang ada di Kotabaru.
Peran perusahaan tambahnya, kepada desa juga sangat terlihat dengan adanya Forum CD- CSR ini, karena program ini sudah menjadi skala prioritas dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sekedar informasi, CSR sendiri merupakan tanggung jawab sosial. Yang merupakan konsep, bahwa perusahaan memiliki suatu tanggung jawab sosial terhadap komunitas dan lingkungan, dalam segala aspek operasional perusahaan seperti terhadap masalah-masalah yang berdampak pada lingkungan sekitar. (Jum) Editor : Arief