Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Menebeng di Kampung Batuah

Arief • Sabtu, 22 Januari 2022 | 12:21 WIB
MENOLAK DIGUSUR: Warga Pasar Batuah membuat poster protes di tengah pasar, akhir Januari lalu. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
MENOLAK DIGUSUR: Warga Pasar Batuah membuat poster protes di tengah pasar, akhir Januari lalu. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
BANJARMASIN - Warga yang bermukim di Pasar Batuah, ngotot menolak adanya rencana Pemko Banjarmasin merevitalisasi pasar di Jalan Veteran tersebut.

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Batuah (sebelumnya disebut Paguyuban Warga Batuah), kemarin (21/1), kembali meluapkan unek-uneknya.

Ketua aliansi, Sahriannor menekankan, sebelum ada solusi, warga tetap akan menolak adanya rencana pemko untuk membongkar dan membangun ulang pasar di Banjarmasin Timur tersebut.

"Kami tidak menghalang-halangi pembangunan pemerintah, tapi carikan solusi terbaik buat warga kami, itu saja," ungkapnya.

"Kalau bisa, tolong jangan diapa-apakan kawasan ini. Itu harapan kami," tambahnya.

Dalihnya, Pasar Batuah bukan pasar yang besar. Dan masih berdekatan dengan Pasar Kuripan, Pasar Pandu dan Pasar Kesatriaan.

Sisi lain, masyarakat di sana sudah sangat resah. "Kami tinggal di sini sudah sangat lama dan aman-aman saja. Tapi, mengapa di tahun 2022 justru ada kabar bahwa kawasan ini bakal dibongkar," bebernya.

"Januari pendataan, Februari sosialisasi, lalu Maret penyerahan lahan. Cepat sekali. Kasihan, mau kemana kami," keluhnya.

Senada dengan warga lainnya, Darjat. Diingatkannya, sebelum ada pasar, di sana sudah ada permukiman. Jadi sebenarnya Pasar Batuah hanya menebeng dengan permukiman penduduk.

"Pasar ini sebenarnya tidak ada. Pasar ini nebeng di Kampung Batuah dan hanya pasar sejumput," tekannya.

Dia meminta pemko memikirkan rencana itu dengan lebih matang. Mengingat tak sedikit warga yang bakal dikorbankan.

Rencana ini dicetuskan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin yang mendapat tugas pembantuan dari Kementerian Perdagangan.

Dalam surat Kemendag Nomor 66 Tahun 2021 dinyatakan, Banjarmasin mendapat bantuan Rp3,5 miliar. Semuanya akan dipakai untuk merevitalisasi Pasar Batuah.

Ditambah alokasi dari APBD sebesar Rp1,5 miliar. Ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2022.

Pemko enggan memberikan tali asih, apalagi ganti rugi, karena warga menduduki tanah milik negara selama puluhan tahun. Pemko memegang sertifikat hak milik yang terbit tahun 1995 silam. (war/at/fud) Editor : Arief
#Pasar #Penggusuran