Menurut Awal, demo yang dijaga oleh kepolisian tersebut berlangsung sukses. Dari pendemo sudah merasa puas dengan apa yang sudah disampaikannya, sedangkan dari pemerintah daerah juga memberikan solusi dari demo tersebut. Yaitu akan memanggil Manager Perusahaan Kelapa Sawit di Kotabaru.
“Terimakasih kepada Polres Kotabaru yang sudah siap sedia dalam hal menjaga kondusifitas di masyarakat. Buat para pendemo terimakasih juga telah menyampaikan aspirasi dengan damai,” ungkap Awaludin.
Dalam hal yang dikeluhkan petani tersebut juga ditanggapi oleh Awaludin. Menurutnya, permasalahan ini merupakan permasalahan yang tidak hanya terjadi di Kotabaru. Namun seluruh Indonesia.
“Saya yang merupakan wakil kalian disini siap mendukung apa yang sudah menjadi keluhan kalian petani sawit. Akan tetapi juga, kita sama sama berkomitmen disini demi kesejahteraan petani sawit di Kotabaru,” ungkapnya lagi.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Kotabaru Kompol Agus Rusdi Sukandar mengatakan kepada Radar Banjarmasin, Hal yang dilakukannya berdasarkan perintah Kapolres Kotabaru AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar.
Yang mana dalam perintahnya, agar seluruh personel pengamanan mengawal jalannya aksi secara humanis dan persuasif. Disamping itu, juga membangun komunikasi yang baik dengan perwakilan yang demo.
"Berdasarkan perintah bapak Kapolres, seluruh personel pengamanan bertindak dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif" jelas Kabag Ops.
Diketahui pada Selasa (17/5) para petani sawit yang tergabung dalam DPD Apkasindo Kotabaru ini menggelar aksi unjuk rasa terkait anjloknya harga jual buah kelapa sawit mandiri.
Usai menyampaikan orasinya, perwakilan pengunjuk rasa melaksanakan hearing atau dengar pendapat bersama Pemda dan DPRD Kotabaru di Operation Room Setda Kotabaru. (Jum) Editor : Arief