Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pantauan Ketinggian Sungai Martapura: Diprediksi Aman Sampai Februari

Arief • Selasa, 18 Januari 2022 | 11:38 WIB
TETAP TERSENYUM: Warga Banjarmasin mengayuh sepeda menerobos banjir saat rob melanda, Desember 2021 kemarin. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
TETAP TERSENYUM: Warga Banjarmasin mengayuh sepeda menerobos banjir saat rob melanda, Desember 2021 kemarin. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
BANJARMASIN - Ketinggian permukaan Sungai Martapura dalam tiga bulan ke depan diprediksi relatif stabil. Tak terjadi pasang tinggi, seperti pada awal Desember 2021 lalu dan awal Januari 2022 kemarin.

"Dari hasil ukur telemetri, selama dua tiga bulan ke depan insyaallah ketinggian air Sungai Martapura dalam keadaan normal," kata Kepala Bidang Sungai di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Hizbul Wathoni, kemarin (17/1).

Namun, ceritanya menjadi berbeda pada bulan Mei mendatang. Saat itu, diprediksi ada kenaikan 2,5 hingga 2,6 meter dari permukaan laut. Sama seperti akhir tahun lalu.

"Tapi, curah hujannya rendah, insyaallah dampaknya tidak seluas yang dikhawatirkan. Berbeda dengan kejadian pada Desember lalu, banjir rob dan curah hujan sama-sama tinggi," jelasnya.

Yang dikhawatirkan masyarakat adalah banjir parah pada Januari 2021 akan terulang. Thoni cukup yakin bencana sebesar itu takkan terulang.

Sebab, ada mitigasi seperti pembersihan drainase, pengerukan sungai dan pembongkaran bangunan di atas kanal.

"Drainase di sini kalau sungai pasang, cepat sekali meluapnya. Sedangkan surutnya agak lambat. Karena memang dataran yang flat dan hanya mengandalkan gravitasi," ujarnya.

Disinggung penanganan ke depan, dari pertemuan terakhir, pemko mendapat dukungan Balai Wilayah Sungai Kalimantan II. Utamanya terkait pembenahan Sungai Veteran.

"Selain Sungai Veteran, tahun ini juga ada 22 sungai yang akan dinormalisasi. Utamanya sungai-sungai di wilayah Kecamatan Banjarmasin Timur. Guna menghindari dampak banjir kiriman (dari kabupaten tetangga)," tekannya.

Adapun anggaran yang dialokasikan mencapai Rp8 miliar. Hampir sama dengan tahun lalu.

Pekerjaannya berupa pengerukan sungai-sungai di luar permukiman. Misalkan di Sungai Lulut, Simpang Limau dan Sungai Brahman.

"Dari total 294 sungai yang ada, 60 persen kami anggap urgen untuk ditangani. Dengan mengeruk sungai di luar permukiman, maka sungai-sungai kecil yang berada di tengah-tengah permukiman bisa aman," pungkas Thoni.

Sementara sungai kecil di tengah permukiman, karena alat berat yang kesulitan masuk, maka akan ditangani secara manual. (war/at/fud) Editor : Arief
#Banjir