Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Waspada Longsor di Bantaran Sungai

Arief • Kamis, 13 Januari 2022 | 11:24 WIB
AMBLES: Jalan di Gang Gandapura Jalan Tembus Mantuil yang retak dan ambles karena tergerus arus sungai. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
AMBLES: Jalan di Gang Gandapura Jalan Tembus Mantuil yang retak dan ambles karena tergerus arus sungai. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
BANJARMASIN - Belum usai ancaman banjir, kini Kota Banjarmasin dibayangi bencana lain, yakni potensi tanah longsor.

Diperingatkan lewat surat edaran Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel tertanggal 11 Januari.

Menindaklanjuti peta prakiraan wilayah potensi longsor yang dikeluarkan Badan Geologi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Disebut ada 16 kecamatan di lima kabupaten yang berisiko tinggi longsor.

Ditambah 56 kecamatan di 12 kabupaten dan kota dengan risiko menengah. Termasuk dua kecamatan di Banjarmasin. Yakni Kecamatan Banjarmasin Barat dan Selatan.

Longsor bisa terjadi ketika curah hujan di atas normal di daerah bantaran sungai. "Dalam bahasa banjar, risiko 'rumbih' itu ada," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Fahruraji, kemarin (12/1).

Dia mencontohkan Gang Gandapura di Jalan Tembus Mantuil. Jalan aspal di sana terbelah dan ambles. "Curah hujan tinggi ditambah pasang sungai membuat struktur tanah menjadi labil," tambahnya.

"Sesuai kajian Badan Geologi, dikhawatirkan bangunan-bangunan yang berada di pinggir sungai terancam ambruk," jelasnya.

Ditanya lebih rinci, di mana saja kawasan rawan di kedua kecamatan itu, Fahruraji mengaku belum mengetahuinya. Dia berjanji akan menurunkan personel untuk survei ke lapangan.

"Kami meminta penduduk di bantaran sungai untuk waspada dengan potensi rumbih ini," pungkasnya. (war/at/fud) Editor : Arief
#longsor #Cuaca Ekstrem