Kedua rumah itu milik Yusuf Hifni (54) dan Adnani (50). Mereka sama-sama PNS, tapi bekerja di instansi berbeda.
Kerusakan rumah Adnani tak separah rumah Yusuf yang hanya menyisakan puing saja.
Menurut para saksi mata, api berasal dari rumah Yusuf. Saat musibah, hanya ada putra Hifni di rumah.
Azhar Rispani (50) tetangga korban menceritakan, mulanya hanya tercium bau kabel terbakar. "Kami langsung mendobrak pintu rumah Guru Usup (panggilan Yusuf). Ternyata api sudah membesar di dalam rumah. Kami coba memadamkan, tapi api sudah menjalar ke rumah sebelah (rumah Adnani)," tuturnya.
Perlu setengah jam bagi relawan damkar untuk menaklukkan si jago merah.
Yusuf sendiri buru-buru pulang. Ketika ia menatap tempat tinggalnya yang tersisa arang, ia tampak pasrah.
"Saya baru pulang dari Kantor Kementerian Agama Banjarmasin. Kurang tahu apa penyebabnya," ujarnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat Ipda Hendra Agustian Ginting mengatakan, kerugian material ditaksir mencapai Rp800 juta.
"Dugaan kami akibat arus pendek listrik," kata Ginting mewakili Kapolsek Kompol Faizal Rahman. (lan/at/fud) Editor : Arief