Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Wilayah Terdampak Rob Berkurang

Arief • Selasa, 11 Januari 2022 | 12:46 WIB
JADI SUNGAI: Jalan Cemara Raya, salah satu kawasan yang terdampak paling parah saat rob pada Desember 2021 lalu. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
JADI SUNGAI: Jalan Cemara Raya, salah satu kawasan yang terdampak paling parah saat rob pada Desember 2021 lalu. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
BANJARMASIN - Dampak banjir rob sudah jauh berkurang. Terungkap dari hasil pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin.

Bila beberapa hari sebelumnya, ketinggian air di permukiman bisa mencapai 20 sampai 50 sentimeter, sekarang paling parah hanya 10 sentimeter.

Luasnya juga jauh menyusut. Dari belasan, sekarang tersisa tiga kawasan. Yakni Simpang Sungai Jingah di Banjarmasin Utara, Jalan Kelayan B di Banjarmasin Selatan dan Muara Kelayan di Banjarmasin Tengah.

Seiring dengan penurunan ketinggian pasang air laut. Dari 2,6 meter menjadi 2,3 meter.

Namun, bagi Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin, Fahrurazi, bukan berarti ancaman rob pada masa mendatang sudah berakhir.

Sebab, dataran Banjarmasin berada di bawah permukaan air laut dan rentan terdampak pasang surut air laut dan sungai. "Takkan berakhir. Karena mengikuti gravitasi bulan. Saat purnama, air bakal pasang lagi. Sudah begitu siklusnya," ujarnya, kemarin (10/1).

"Istilah orang sekarang adalah rob, dinilai sebagai banjir. Padahal pasang biasa," tambahnya.

Kalau kemarin menjadi bencana, semata-mata karena pengaruh fenomena iklim La Nina.

Lantas, bagaimana dengan status kebencanaan? Dia menjawab, status siaga darurat kebencanaan masih berlaku.

"Sesuai surat keputusan wali kota, status siaga darurat ditetapkan hingga bulan Maret mendatang," tekannya.

Mengenai potensi banjir kiriman, Fahrurazi menyebut kondisinya masih aman. Melihat situasi di daerah tetangga seperti Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

"Insyaallah aman. Karena daerah tetangga juga ada upaya mitigasi lewat pengerukan sungai," pungkasnya. (war/at/fud) Editor : Arief
#Banjir