Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Tinggal Tunggu Izin Wali Kota

Muhammad Helmi • Selasa, 25 Mei 2021 | 14:37 WIB
sekolah-tatap-muka-di-banjarmasin-tinggal-tunggu-izin-wali-kota
sekolah-tatap-muka-di-banjarmasin-tinggal-tunggu-izin-wali-kota

BANJARMASIN - Tahun ajaran baru sudah dekat. Dinas Pendidikan Banjarmasin kembali mengajukan skenario pembukaan sekolah di tengah pandemi kepada wali kota.


Jika sudah disetujui kepala daerah, kebijakan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) bisa dimulai.


Kepala Disdik Banjarmasin, Totok Agus Daryanto optimis, karena persiapannya sudah matang. Dimulai dengan simulasi sejak akhir tahun lalu.


Selain itu, hampir semua guru sudah menerima vaksin COVID-19. "Apalagi sudah diwajibkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujarnya kemarin (24/5).


Harus ditegaskan, dalam skenario PTM itu, sekolah tetap wajib menyediakan fasilitas belajar daring alias kelas jarak jauh.


Sebab, wajar bila ada orang tua siswa yang masih khawatir dan enggan anaknya kembali ke kelas. Mengingat pandemi masih mengancam.


"Bagi orang tua yang tak setuju, konsekuensinya, mau tak mau anaknya harus kembali belajar daring," tegasnya.


Kapan PPDB SDN dan SMPN


Menatap tahun ajaran 2021-22, sebelumnya 12 April lalu, Disdik telah menerbitkan surat edaran nomor 420/1615-PSD/Dispendik tentang pedoman PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru).


Di sana, tersedia pedoman untuk pendaftaran offline pada 21-23 Juni mendatang, berlaku dari jam 9 pagi sampai jam 12 siang.


Lalu, pendaftaran online yang menggunakan layanan Google Forms. Dimulai sejak edaran diterbitkan Disdik atau sejak diumumkan sekolah.


"Menyikapi pandemi, maka perlu pilihan alternatif untuk sekolah," jelas Totok.


Soal syarat seleksi calon sisa, satu rombongan belajar (rombel) maksimal 28 orang. Tersedia jalur zonasi untuk calon siswa yang tinggal dalam satu wilayah minimal selama setahun.


Kemudian jalur afirmasi, untuk calon siswa dari keluarga miskin atau penyandang disabilitas. Dibuktikan lewat kepesertaan dalam program jaring pengaman sosial.


Terakhir, jalur pindahan. Karena orang tua atau wali calon siswa pindah ke Banjarmasin untuk urusan pekerjaan.


"Jalur zonasi minimal 80 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen dan jalur pindahan maksimal lima persen dari jumlah peserta didik yang diterima," jelas Totok.


Masih dari edaran tersebut, untuk pengumuman kelulusan siswa pada 24 Juni. Lalu daftar ulang pada 24-25 Juni dari jam 9 pagi sampai jam 1 siang.


Lantas, bagaimana dengan PPDB jenjang SMP? Disdik masih menggodok mekanismenya. "Kemungkinan, kalau tak akhir Mei atau awal Juni, sekarang aturannya masih dimatangkan," jawabnya.


Sementara itu, Kepala SMPN 9 Banjarmasin, Pahri mengaku pihaknya sudah mulai menjaring siswa baru.


Sekolah yang beralamat di Jalan Batu Benawa Kelurahan Teluk Dalam itu akan menerima siswa baru sebanyak delapan kelas. Setiap kelas berisi 32 kursi.


"Kami sudah siap. Karena tahun lalu juga pendaftaran online, jadi saya kira sekarang akan lebih mudah," ujarnya. (war/fud/ema)

Editor : Muhammad Helmi