BANJARBARU - Melonjaknya kasus virus corona dalam beberapa pekan terakhir, membuat pasien positif yang meninggal dunia terus bertambah. Hal ini membuat makam khusus Covid-19 juga kembali ramai kedatangan jenazah.
Di tempat pemakaman khusus Covid-19 milik Pemko Banjarmasin di Gang PDI, Jalan A Yani Km 22, Banjarbaru misalnya. Kini setiap hari menerima jenazah untuk dikubur.
"Padahal, dua bulan sebelumnya jenazah yang datang sudah mulai berkurang. Paling tiga jenazah sepekan. Sekarang hampir setiap hari ada," kata salah seorang penjaga TPU, Sabirin.
Dia mengungkapkan, sekarang sudah ada sekitar 300 jenazah korban Covid-19 yang dimakamkan di sana. Semuanya berasal dari Banjarmasin. "Semua jenazah datang dari rumah sakit yang ada di Banjarmasin," ungkapnya.
Saat ini alkah khusus Covid-19 berjarak sekitar 200 meter dari Makam Massal Jumat Kelabu 23 Mei 1997 tersebut sudah seperti kuburan massal. Makam-makam tampak berderet padat, dengan tanah yang masih basah dan nisan seragam berwarna putih.
Sementara itu, penjaga makam lainnya, Samuji berharap virus corona dapat segera diatasi. Agar lonjakan korban meninggal dunia tidak terjadi. "Jangan sampai seperti Mei tahun lalu, jenazah yang datang bisa lebih dari lima dalam sehari. Bahkan, pernah sampai delapan jenazah sehari. Kami menguburnya hingga malam baru selesai," ujarnya.
Saking banyaknya jenazah yang datang, Samuji menuturkan, kala itu mereka sampai harus menahan lapar lantaran tidak sempat makan. "Bagaimana mau keluar mencari makan. Baru selesai mengubur, datang lagi jenazah. Dan harus segera dikuburkan, karena ini 'kan korban Covid-19," tuturnya.
Di TPU itu, Samuji dan Sabirin bertugas cuma berdua. Mereka menggali tanah dan mengubur jenazah korban virus corona sesuai protokol Covid-19. "Kami wajib pakai APD lengkap yang sekali pakai," kata Samuji.
Meski begitu, dia menyampaikan, rasa takut tertular virus corona masih ada. Sebab, tidak jarang bersentuhan langsung dengan peti jenazah. "Tapi, mau bagaimana lagi. Kalau tidak dilakukan, kami mau kerja apa. Hanya di sini pendapatan kami," ucapnya.
Dalam beberapa pekan terakhir kasus Covid-19 di Banua memang semakin menanjak, dalam sehari tambahan pasien baru yang terpapar virus corona rata-rata mencapai 200 lebih.
Kamis (1/4) tadi misalnya, data Satgas Covid-19 Kalsel menyebutkan ada tambahan 264 kasus baru yang ditemukan di Banua. Dengan tambahan itu, jumlah kasus Covid-19 di Kalsel menjadi 28.144. Dari angka ini, masih ada 2.871 pasien yang dirawat. Sementara angka kematian mencapai 838.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel M Muslim mengklaim, menanjaknya kasus Covid-19 di Banua lantaran saat ini pemerintah sedang menggencarkan tracing dan testing.
"Dalam beberapa minggu ini memang ada kenaikan kasus, dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Tapi jangan lupa, itu hasil dari tracing," katanya.
Dia mengungkapkan, tracing dilakukan dengan cara melakukan testing terhadap masyarakat yang kontak erat dengan pasien Covid-19. "Testing pertama kita lakukan dengan Rapid Test Antigen, kalau ada yang positif maka jadi suspek. Setelah itu diswab," ungkapnya.
Selain gencarnya tracing dan testing, dia tak menampik jika kegiatan di masyarakat dengan mengumpulkan banyak orang juga menjadi pemicu meningkatnya kasus Covid-19 di Banua.
"Tentu ini juga harus dievaluasi terkait dengan kegiatan masyarakat. Ada tiga hal yang harus dicermati. Menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak," beber Muslim. (ris/ran/ema)
Editor : Arief