BANJARBARU – Pukul 10.12 Wita kemarin (29/1), Bupati Tanah Laut HM Sukamta menjadi orang pertama yang divaksin Covid-19. Pemberian vaksin kepada orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang ini, dilakukan oleh Ketua IDI Tanah Laut, dr Sigit Prasetya Kurniawan Sp PD usai pencanangan di halaman Puskesmas Angsau, di Kompleks Perkantoran Pemkab Tala Jln A Syairani.
Tampak hadir juga dalam pencanangan tersebut dan antre untuk mendapatkan vaksin pertama, Ketua DPRD Tala Muslimin, Dandim 1009 Pelaihari Letkol Inf Adi Yoga Susetyo, Kapolres Tala AKBP Cuncun Kurniadi, Sekda Tala Dahnial Kifli, Ketua Komisi II DPRD Edy Porwanto dan tokoh masyarakat H Nurdin.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut Hj. Nina Sandra menyebut, pihaknya telah menerima 3.720 dosis vaksin Covid-19 Sinovac dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (26/1) kemarin. Saat ini vaksin disimpan di UPT Instalasi Farmasi.
“Untuk tenaga vaksinator, kami memiliki 32 orang yang dilatih melalui pelatihan online Kemenkes RI dan 120 orang dilatih oleh dokter spesialis,” terangnya.
Sedangkan untuk penyimpanan, di setiap Puskesmas saat ini sudah ada 2 buah cold chain, satu untuk vaksin rutin dan satu khusus untuk menyimpan vaksin Covid-19.
Adapun system pemberian vaksin, penerima vaksin akan melewati empat meja, pertama pendaftaran, kedua pemeriksaan fisik, ketiga meja pemberian vaksin dan keempat meja observasi, pemberian kartu dan edukasi.
Kemudian vaksin akan diberikan dua kali penyuntikan, dengan jarak antara vaksin pertama dan kedua minimal 14 hari dan maksimal 28 hari.
Sementara itu, Bupati Tanah Laut HM Sukamta dalam sambutan menyatakan, sebagai penanggungjawab wilayah maka ia harus menjadi yang pertama divaksin.
“Supaya nanti masyarakat melihat, Pa Kamta sehat kah atau sakit kah setelah divaksin. Jika saya sehat dan baik-baik saja, maka masyarakat tak perlu ragu-ragu lagi,” terangnya.
Sebab inilah ikhtiar pemerintah untuk melindungi seluruh warganya. Mengingat ujarnya penularan Covid-19 di Tanah Laut dalam dua bulan terakhir sangat mengkhawatirkan.
Ia pun membeber data, sejak April-2 Desember 2020 tercatat 1.244 orang positif dan setelah dilihat data terakhir sampai 28 Januari, ternyata sudah menjadi 1.855.
“Artinya dalam waktu dua bulan saja ada tambahan 611 positif. Peningkatan yang sangat signifikan dibanding selama 8 bulan dari April-Desember,” terangnya.
Demikian juga kasus meninggal, sampai 2 Desember itu 31 orang meninggal. Dan terakhir sudah 49 meninggal. Sehingga ada 18 orang yang meninggal dalam dua bulan terakhir.
“Inilah faktanya, kita harapkan masyarakat tetap mengikuti anjuran, jangan ada yang menolak vaksinasi,” terangnya.
Karena vaksin Sinovac ujar Sukamta sudah dinyatakan halal oleh MUI dan BPOM menyatakan sudah standar. Dua lembaga yang menurutnya sangat kredibel. Di MUI ada ulama yang tidak diragukan lagi ilmunya, demikian juga BPOM, berkumpul para ahli. “Kalau kita tidak percaya lagi, mau percaya siapa,” tandasnya. (bin)
Editor : Muhammad Helmi