Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

17 Mei Banjarmasin Menuju Stadion Bertaraf Internasional: Bertahap Direhabilitasi, Fasilitas Dilengkapi

Muhammad Helmi • Selasa, 29 September 2020 | 10:42 WIB
17-mei-banjarmasin-menuju-stadion-bertaraf-internasional-bertahap-direhabilitasi-fasilitas-dilengkapi
17-mei-banjarmasin-menuju-stadion-bertaraf-internasional-bertahap-direhabilitasi-fasilitas-dilengkapi

Pencita sepak bola Banua begitu merindukan memiliki stadion megah bertaraf internasional. Stadion 17 Mei Banjarmasin belum bisa dibandingkan dengan Kaltim yang memiliki tiga stadion yang megah. Itulah sebabnya, Pemprov Kalsel dibawah kepemimpinan H Sahbirin Noor dan Rudy Resnawan merehabilitasi stadion tua tersebut. Agar tak kalah dengan provinsi tetangga.


----


Stadion 17 Mei Banjarmasin yang didirikan sejak tahun 1974 silam, menjadi stadion satu-satunya kebanggaan publik sebelum dibangunnya Stadion Demang Lehman di Martapura. Meski ada stadion baru tersebut, tuah 17 Mei tak bisa lepas dari klub sepak bola kebanggaan daerah, PS Barito Putera yang bermarkas di sini.


Berbagai laga hingga prestasi diukir PS Barito Putera di stadion ini. Paling berkesan adalah ketika menjadi semifinalis Divisi Utama Liga Indonesia tahun 1994/1995 silam. Kala itu, saking angkernya stadion ini bagi tim tamu, setiap laga kandang yang dimainkan di Stadion 17 Mei Banjarmasin, PS Barito Putera selalu menang tanding.


Memiliki stadion megah bertaraf internasional untuk menyaksikan tim kebanggaan berlaga, begitu diharapkan publik. Memang stadion ini beberapa kali direnovasi untuk membuat kenyamanan bertanding hingga penonton.


Tercatat, stadion ini pernah direnovasi besar-besaran pada tahun 2013 dan 2014. Selain menambah kapasitas tempat duduk dan tribun, kala itu pekerjaan juga meliputi perbaikan rumput hingga pemasangan lampu untuk bisa menggelar pertandingan malam hari.


Barito Putera sendiri harus pindah markas ke Stadion Demang Lehman di Liga Indonesia tahun 2013-2014, lantaran Stadion 17 Mei Banjarmasin dinilai tak masuk kriteria menggelar pertandingan. Usai renovasi di tahun itu, baru tahun 2015 Barito Putera bisa kembali bermarkas di Stadion 17 Mei Banjarmasin.


Namun itu saja belum cukup membuat Stadion 17 Mei Banjarmasin berstatus internasional. Publik masih belum puas. Mereka terus meminta agar markas klub kebanggaan mereka seperti yang dimiliki daerah lain yang lebih megah dan bertaraf internasional.


Melihat tingginya harapan itu, Pemprov Kalsel sejak tahun 2019 tadi menganggarkan dana melalui APBD Kalsel sebesar Rp12,5 miliar. Di tahun itu, pekerjaan baru difokuskan renovasi tribun VVIP.


Keseriusan pemprov melanjutkan renovasi stadion ini terlihat dari anggaran yang disiapkan tahun 2020. Nilainya sebesar Rp36,46 miliar. Dengan anggaran itu, dikerjakan renovasi dua tribun lain dan perbaikan rumput lapangan, termasuk menuntaskan tribun VVIP yang dikerjakan tahun lalu.


"Tahap kedua tahun ini lanjutan tahap pertama lalu. Renovasi Stadion 17 Mei Banjarmasin ini bentuk apresiasi Pemprov Kalsel atas permintaan publik yang menginginkan stadion bertaraf internasional," kata Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar melalui Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Agung Dewanto, kemarin.


Tak hanya merenovasi stadion, pemprov juga memperbaiki Stadion Demang Lehman Martapura. Ini untuk mendukung laga PS Barito Putera di Liga I, sementara Stadion 17 Mei Banjarmasin direhabilitasi.


Penanganan Stadion Demang Lehman yang dilakukan pemprov untuk melengkapi syarat laga Liga I adalah perawatan dan penanaman rumput dengan nilai anggaran Rp 171 juta. Selain itu, perbaikan sarana prasarana dengan melakukan cat ruangan, termasuk ruang ganti pemain, shower kamar mandi dan sejenisnya dengan alokasi anggaran sebesar Rp 199 juta.


Lintasan atletik juga diperhatikan. Perbaikannya dianggarkan Rp 93 juta. Lelang videotron pitch senilai Rp 337 juta digelar. Termasuk membangun pintu masuk elektrik yang berfungsi untuk sensor penonton masuk. Konon alat ini akan terkoneksi satelit. Anggarannya Rp 661 juta dan pembuatan bench pemain dengan anggaran Rp 270 juta.


Kembali ke Stadion 17 Mei Banjarmasin, tahun depan renovasi direncanakan akan dilanjutkan ke tribun Inggris yang berada di seberang tribun VVIP. Tribun akan dibuat lebih refresentatif untuk memberi kenyamanan penonton.


"Sebenarnya tahun 2021 mendatang, ketika tiga tribun ini dan rumput lapangan tuntas. Maka stadion ini sudah bisa dipakai. Tapi, kami tetap berkomitmen merenovasi tribun lain tahun depan," ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel Hermansyah, kemarin.


Disampaikan, renovasi stadion 17 Mei Banjarmasin ini adalah realisasi aspirasi pecinta sepakbola di Banua. "Renovasi ini respons dan komitmen pimpinan yang peduli terhadap dunia olahraga di Kalsel," sebutnya. (mof/ran/ema)

Editor : Muhammad Helmi