BANJARBARU - Pasangan Denny Indrayana-Difriadi memastikan diri mendaftar sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel pada hari ini (5/9). Mereka berencana ke KPU Kalsel di Banjarmasin, berangkat dari Kubah Guru Sekumpul di Martapura.
"Besok (hari ini) ada pemikiran untuk memulai dari titik hijrah, sesuai dengan tagline kami hijrah gasan Banua. Kalau diizinkan dari Kubah Sekumpul. Kalaupun tidak diizinkan, kita tawasul dari luar Sekumpul," kata Denny, dalam peresmian Markas Besar Relawan H2D Cagub dan Cawagub Kalsel di Jalan A Yani Km 33, Loktabat Utara, Banjarbaru, kemarin.
Dia mengungkapkan, dari Sekumpul mereka kemudian meminta restu dengan orang tua di kediaman di Banjarbaru. "Supaya kita diberi kelancaran saat mendaftar, hingga proses selanjutnya," ungkapnya.
Usai meminta restu, rombongan selanjutnya menuju Sekretariat Bersama Tim Pemenangan Haji Denny-Difri (H2D) tingkat provinsi di Kantor DPD Gerindra Kalsel, Jalan A Yani Km 13, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.
"Di sana bertemu dengan tim pemenangan dan beberapa elemen relawan. Tapi ke KPU tidak bisa banyak, karena menaati protokol kesehatan," ujar Denny.
Lanjutnya, selama di sekretariat mereka menunggu proses pendaftaran pasangan lainnya: Sahbirin Noor-Muhidin. Kalau sudah selesai, barulah rombongan berangkat ke KPU Kalsel.
"Jadwal kita mendaftar sebenarnya pukul 10.00 Wita. Namun, kalau pasangan Sahbirin Noor-Muhidin belum selesai, kami menunggu di sekretariat dulu," bebernya.
Disampaikannya, mereka memilih menunggu proses pendaftaran petahana selesai, baru berangkat ke KPU Kalsel. Karena ingin menghindari penumpukan massa. "Protokolnya juga (mendaftar) tidak boleh barengan. Supaya situasinya juga bisa kondusif," ucapnya.
Denny mengungkapkan, ketika pasangan Sahbirin Noor - Muhidin selesai mendaftar, rombongan Denny-Difri langsung menuju KPU Kalsel. "Tapi sebelum sampai, kami berhenti di dekat kantor KPU. Di sana kami disambut beberapa teman. Dari sana kami berencana naik becak menuju ke kantor KPU," ungkapnya.
Kenapa memilih naik becak? Denny menjelaskan, itu dilakukan untuk menunjukkan visi misi mereka jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel. "Salah satu visi misi H2D itu ingin mengangkat kaum dhuafa," jelasnya.
Pasangan Denny-Difri sendiri mencalonkan diri di Pilkada Kalsel diusung oleh tiga parta politik. Yakni, Gerindra, Demokrat dan PPP. Dengan modal 14 kursi. Surplus tiga kursi jika mengacu syarat pencalonan, 20 persen dari jumlah kursi di DPRD Kalsel.
Dari koalisi itu, Gerindra punya jumlah kursi paling banyak, yakni delapan. Ditambah tiga kursi milik Demokrat dan tiga dari PPP. Selain parpol pengusung, Denny menyampaikan bahwa mereka juga punya partai pendukung. Yakni, Partai Berkarya dan Hanura.
Sementara itu, pasangan Sahbirin Noor-Muhidin yang diusung dan didukung sembilan partai politik pagi ini akan mendaftarkan diri sebagai pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel ke KPU Kalsel.
Sebelum ke Sekretariat KPU Kalsel di Jalan Ahmad Yani KM 3 Banjarmasin, pasangan ini akan menggelar deklarasi terlebih dahulu di Siring Nol Kilometer, Jalan Sudirman Banjarmasin.
Dari undangan yang disebar oleh panitia, prosesi persiapan pendaftaran bahkan dimulai dini hari. Mereka menggelar salat subuh berjamah dan pembacaan yasin, zikir hingga selawat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Setelah prosesi itu, akan digelar sarapan pagi bersama di tempat yang sama.
Sekitar pukul 07.00 Wita, rombongan termasuk pasangan Sahbirin-Muhidin menuju ke Siring Nol Kilometer berjalan kaki. Di tempat deklarasi ini, sekaligus dilakukan penandatanganan dukungan dari partai politik pengusung dan pendukung kepada pasangan ini.
Setelah itu, rombongan akan menuju KPU Kalsel untuk melakukan pendaftaran. Kabarnya, keberangkatan rombongan hari ini akan naik ojek online. “Dilakukan dulu salat hajat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin sebelum deklarasi dan mendaftar ke KPU Kalsel,” beber Muhidin.
KPU Kalsel sendiri membatasi jumlah massa yang datang. Pihaknya tegas hanya menerima dua perwakilan partai pengusung yang boleh masuk ke aula pendaftaran pasangan bakal calon. “Ini demi mencegah penularan Covid-19. Yang tak berkepentingan hanya boleh berada di area luar,” tegas Ketua KPU Kalsel, Sarmuji. (ris/mof/ran/ema)
Editor : Muhammad Helmi