BANJARBARU - Selasa (10/12) kemarin menjadi hari bersejarah bagi Banua. Pasalnya, setelah sekian lama dinanti akhirnya terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor resmi beroperasi.
Dalam pengoperasian perdananya, bangunan baru berjuluk Jewel of Borneo ini melayani penerbangan Lion Air dengan tujuan Banjarmasin-Surabaya, yang berangkat pukul 06.00 Wita. Sedangkan, untuk kedatangan pertama, juga dari maskapai Lion Air dengan rute Surabaya-Banjarmasin yang tiba pukul 07.55 Wita.
Memiliki luas 77.569 meter persegi atau 8 kali lebih luas dibandingkan terminal lama yang hanya memiliki luas 9.043 meter persegi, terminal baru Bandara Syamsudin Noor tampak megah. Sehingga, jarak antara area check in dan ruang tunggu keberangkatan terlihat lebih jauh dari sebelumnya.
Dari hitungan Radar Banjarmasin, kemarin. Dari area parkir menuju ruang tunggu terminal baru memerlukan waktu sekitar 15 menit. Pasalnya, berjalan kaki dari tempat parkir sampai ke terminal keberangkatan saja waktu tempuhnya sudah sekitar tujuh menit.
Sedangkan, dari pintu masuk terminal keberangkatan menuju ke ruang tunggu bandara, penumpang memerlukan waktu normal sekitar delapan menit. Tergantung berapa lama antrean yang terjadi di setiap pemeriksaan atau Security Check Point (SCP) yang dilakukan petugas keamanan penerbangan (AVSEC).
Terminal keberangkatan sendiri berada di pojok sisi kanan terminal. Untuk masuk ke sana dan melakukan check in, penumpang terlebih dahulu harus melewati pemeriksaan pertama atau SCP1 yang terletak tepat di pintu masuk.
Setelah check in, penumpang kemudian ke lokasi PSC (Passenger Service Charge) on ticket dan menuju ke SCP2 atau pemeriksaan kedua. Dari sana, penumpang sudah bisa menuju ke ruang tunggu yang ada di lantai atas.
Waktu lebih lama untuk menuju ke ruang tunggu keberangkatan nampaknya perlu diantisipasi para calon penumpang. Yakni dengan cara berangkat ke bandara lebih awal dari sebelumnya. Sebab, kalau tidak beresiko tertinggal pesawat.
Seperti yang dilakukan Delima, salah seorang penumpang tujuan Bandung ini mengaku memilih berangkat pukul 06.00 Wita dari Banjarnasin. Meski, jadwal keberangkatannya pukul 09.00 Wita. "Iya, setelah tahu terminal baru beroperasi, kami berangkat lebih awal. Sebab, selain bangunannya yang luas, jalan menuju ke terminal juga awalnya belum tahu," katanya.
Dia mengaku takjub dengan kemegahan terminal yang baru, karena jauh lebih luas dibandingkan bangunan yang lama. "Keren. Sangat megah terminalnya. Tidak kalah dengan bandara daerah lain," katanya.
Jauhnya jarak dari area parkir menuju ke ruang tunggu keberangkatan juga disampaikan Kepala Bappeda Kalsel Nurul Fajar Desira, yang kebetulan ingin ke Jakarta saat terminal baru dibuka. "Iya jauh. Tapi, bagus kalau jalan kaki jauh. Karena kita bisa berolahraga," tuturnya.
Sementara itu, GM Bandara Syamsudin Noor Indah Preastuty menyampaikan, bertambah luasnya terminal sebenarnya cukup mengganggu mereka sebagai pengelola bandara. "Iya, karena akselarasi petugas lebih luas dibandingkan sebelumnya. Tapi, nanti semuanya akan terbiasa," ucapnya.
Dia mengungkapkan, pembangunan terminal baru lebih luas merupakan bentuk apresiasi PT Angkasa Pura I terhadap masyarakat Kalsel. "Dengan terminal baru ini semua pelayanan kami tingkatkan. Supaya, penumpang merasa lebih baik, aman dan nyaman saat melakukan perjalanan dengan pesawat," bebernya.
Dipaparkannya, ada banyak perbedaan antara terminal baru dengan bangunan yang lama. Selain, lebih luas juga ada beberapa tambahan fasilitas. "Di sini ada beberapa tempat santai. Seperti, tempat bermain anak, internet corner hingga ruangan khusus penumpang berkebutuhan khusus," paparnya.
Selain itu, Indah menyampaikan, terminal baru juga ditunjang dengan 42 unit konter check-in. Namun, dia menyampaikan belum semuanya digunakan. "Kita gunakan sesuai kebutuhan, karena penumpang kita saat ini hanya sekitar 3 juta per tahun. Sedangkan kapasitas 7 juta penumpang per tahun," ucapnya.
Benar saja, luasnya bandara terlihat tak sebanding dengan jumlah penumpang yang datang. Sehingga, area check in tampak lengang dan sepi.
Padahal, selain unit konter check-in yang lebih banyak, terminal baru juga dilengkapi 3 conveyor belt, dan ruang tunggu seluas 5.185 meter persegi. Tersedia pula, lahan parkir seluas 34.360 meter persegi untuk kendaraan roda empat dan 2.420 meter persegi untuk kendaraan roda dua.
Dibangun pula terminal kargo baru berkapasitas 44.000 ton per tahun dari 22.297 ton per tahun sebelumnya. Sedangkan apron bertambah menjadi 129.812 meter persegi dan mampu menampung 16 pesawat narrow body dari yang sebelumnya hanya 80.412 meter persegi dan hanya dapat menampung 8 pesawat narrow body.
Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengaku bersyukur akhirnya soft opening terminal baru Bandara Syamsudin Noor bisa dilakukan. "Alhamdulillah, hari ini (kemarin) terminal baru Bandara Syamsudin Noor resmi beroperasi dan sudah naik menjadi taraf internasional," ujarnya.
Dia berharap, rampungnya pembangunan Bandara bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke Banua. Apalagi, ada 32 kegiatan pariwisata yang akan digelar Dinas Pariwisata Kalsel pada 2020 mendatang. "Kita harapkan Bandara ini akan memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Kalsel, terutama pada sektor pariwisata," harapnya.
Menurut Faik, operasional terminal baru sengaja dilakukan lebih cepat dari waktu peresmian, guna mengantisipasi lonjakan penumpang menghadapi libur Natal dan tahun baru. "Jadi hari ini ini soft opening dulu, sebagai langkah antisipasi peak season untuk Natal dan tahun baru," paparnya.
Grand opening terminal sendiri rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo pada 20 Desember 2019 mendatang. Yang sekaligus berbarengan dengan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), di mana Kalsel menjadi tuan rumah.
Namun, Faik belum mau memastikan rencana tersebut lantaran belum ada informasi yang pasti. "Kami belum dapat info pastinya. Yang jelas, Gubenur Kalsel sudah ke pusat meminta supaya presiden hadir," pungkasnya.
terminal baru sendiri membuat banyak warga Kalsel yang penasaran. Hinagga tadi malam masih banyak yang datang ke bandara hanya untuk melihat sendiri kemegahan bandara baru. "Supaya jangan takaji habar," kata Takin, seorang warga Banjarmasin.
Jalan Masih Jadi Keluhan
Jalan nampaknya masih jadi keluhan dalam soft opening terminal baru Bandara Syamsudin Noor, kemarin. Pasalnya, ada sejumlah penumpang yang mengaku kesulitan mencari akses bandara menuju ke terminal.
Seperti halnya, salah satu penumpang bernama Delima. Datang dari Banjarmasin, dia mengaku kesulitan mencari jalan menuju ke terminal baru. "Masih bingung dengan jalannya. Muter-muter, tidak lurus," katanya.
Penumpang tujuan Bandung ini berharap ada akses lain yang lebih memudahkan penumpang untuk menuju ke bandara. "Kalau bisa jalannya jangan keliling seperti sekarang," harapnya.
Hal senada disampaikan Dani, penumpang lain yang berangkat saat pembukaan terminal baru, kemarin. Dia mengaku sempat ingin tersesat ketika mau ke jalan akses bandara. "Dari Jalan Gubernur Syarkawi ke Jalan Golf itu rambunya sangat minim. Jadi, tadi sempat mau salah belok," ucapnya.
Menanggapi keluhan para penumpang terkait jalan akses bandara, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel Yasin Toyib menyarankan supaya calon penumpang dari Banjarmasin tidak lewat Jalan Gubernur Syarkawi untuk menuju ke terminal baru. "Lebih baik lewat Jalan Golf. Karena di sana marka jalannya lebih lengkap dan ada dipasangi petunjuk arah," sarannya.
Dia mengungkapkan, sementara ini akses bandara lebih diutamakan lewat Jalan Golf lantaran dari Jalan Gubernur Syarkawi menuju tembus Jalan Golf masih ada titik yang belum diaspal. "Dari Jalan Gubernur Syarkawi menuju Jalan Golf ada 2 kilometer jalan yang belum diaspal. Tahun depan baru akan dikerjakan," bebernya.
Disampaikannya, keterlambatan pembangunan akses bandara terjadi lantaran terkendala dana. Di mana, Pemprov Kalsel tidak mendapatkan bantuan dari pusat untuk secepatnya merampungkan proyek. "Kami sudah mengusulkan ke Kementerian PUPR, tapi ada syarat yang sulit untuk dipenuhi. Jadi, mereka menolak memberi dana," ucapnya.
Namun, Yasin menuturkan, ke depannya Kementerian PUPR bersedia mengucurkan dana untuk membangun akses bandara yang baru. "Jadi nanti akan dibangun jalan baru lagi dari anggaran pusat. Jalan baru ini jaraknya lebih singkat, dari Jalan A Yani ke terminal baru hanya 3 kilometer," tuturnya.
Ditanya di mana nantinya titik baru tersebut, dia belum mau membeberkannya lantaran berkaitan dengan pembebesan lahan. "Yang jelas, tahun depan sudah kita buat masterplant-nya," bebernya.
Lanjutnya, rencananya jalan akses baru ke bandara tersebut akan dijadikan ikon baru di Kalsel. "Nanti sepanjang jalan akan ditata benar-benar supaya melambangkan wajah Kalsel," katanya.
Lalu bagaimana dengan akses bandara yang ada saat ini? Yasin memaparkan, akses tersebut tetap digunakan dan pembangunannya pun diselesaikan. Dengan begitu, terminal baru Bandara Syamsudin Noor nantinya punya banyak akses. (ris/ran/ema)
Editor : Muhammad Helmi