BANJARMASIN - Awal pekan tadi, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengembalikan formulir penjaringan ke PKS. Artinya, ia sudah terdaftar sebagai bakal calon Pilwali 2020 melalui partainya sendiri.
Sebelumnya, Ibnu juga mengembalikan formulir ke Golkar. Di sana ia juga terdaftar untuk mengikuti seleksi. Pertanyaannya, pertanda apa ini? Mengingat Ibnu baru mendaftar di dua partai.
Padahal, sebelumnya PDI Perjuangan, Demokrat dan PKB lebih dulu membuka pendaftaran. Termasuk Gerindra yang membuka pendaftaran belakangan.
Ibnu menjawabnya dengan diplomatis. Dia mendaftar sesuai dengan misi sebagai calon wali kota petahana. Nah, peluang itu lebih terbuka lebar di dua partai ini.
“Tidak mungkin saya mendaftar sebagai wakil,” ucapnya. Lagipula, aturan memang tak membolehkan.
Di PKS, Ibnu masih menjadi andalan. Hal itu sempat diungkapkan Sekretaris DPW PKS Kalsel, Awan Subarkah. Bahwa Ibnu adalah salah satu kader terbaik mereka.
Golkar juga pilihan realistis bagi Ibnu. Kebetulan, partai berlambang pohon beringin itu hanya mengincar kursi wakil wali kota. Pernyataan tersebut sudah dipertegas Ananda sendiri, sebagai ketua DPD sekaligus bakal calon.
Meski begitu, Ibnu tetap membangun komunikasi dengan parpol lainnya. Ke mana saja? Ia belum mau membukanya. “Saya juga berusaha ke partai-partai lain. Untuk mencukupi dukungan koalisi partai,” tambahnya.
Jika disebut kolaborasi parpol menjadi penentu dalam Pilwali, Ibnu tak membantahnya. Menurutnya, pasangan calon yang bakal diusung berdasarkan kecocokan antar partai.
Termasuk juga dalam hal memilih wakil. Ia menyerahkannya pada partai pengusung. “Saya tergantung partai pengusung saja. Karena ini harus kesepakatan bersama,” ujarnya.
Selain dengan Ananda, Ibnu juga digadang-gadang bakal didampingi Muhammad Yamin, Ketua DPC Gerindra Banjarmasin. Kebetulan kedua nama ini sama-sama Wakil Ketua DPRD Banjarmasin.
“Kalau Gerindra cepat menangkap, mungkin kami bersama. Tapi tidak menutup kemungkinan juga dengan Golkar atau partai lainnya,” sebutnya, lagi-lagi dengan nada diplomatis.
Di partainya sendiri, Ibnu optimis. Bahwa PKS akan kembali mengusungnya. Sekalipun tetap bakal ada mekanisme seleksi yang harus dijalani.
Terlepas dari itu, Ibnu masih akan bergerak. Mencari dukungan dari parpol pengusung. Demi memenuhi jumlah syarat kursi di parlemen, yakni sembilan kursi. “Politik ini sangat dinamis. Bisa sewaktu-waktu berubah,” pungkasnya. (nur/fud/ema)
Editor : Muhammad Helmi