Jajanan kekinian bermacam-macam. Dari yang murah meriah hingga yang ekslusif tersedia. Eits, dari sekian banyak jenis, masih ada lho yang kangen sama jajanan zaman dulu.
Yap, memang sih masih eksis. Tapi jajanan jadul ini nggak mudah dijumpain lho. Jika dulu hampir di setiap warung ada, sekarang nggak mesti tuh. Paling banter cuma di beberapa kios yang dekat sama sekolah TK atau SD.
Untuk itu, ketika pengin bernostalgia dengan jajanan jadul. Kita harus benar-benar tahu tujuannya lebih dulu. Seperti yang dilakukan Sobat Muda yang satu ini nih.
Risnanda (20), Mahasiswi ULM Banjarmasin. Dia mengaku doyan banget jajan. Apalagi membeli snack jadul. Sebab, dia sejak kecil sering dijajanin tuh sama ayahnya.
"Sering kangen sama snack jadul. Kayak permen karet yosan, coklat kacamata, dan lolipop biru. Asyik buat dikenang, jadi ingat gimana ayah manjain aku dulu, hehe," kenangnya.
Nanda mesti pergi ke kios-kios di dekat SD nggak jauh dari rumahnya. Demi bisa beli snack jadul itu. Kadang bahkan harus berjejal sama-anak SD.
"Kalau datangnya pas anak-anak lagi jam istirahat sih suka berjejal gitu, jadi aku nunggu lah ya sampai agak lengang, yang penting beli jajanan itu," ungkapnya.
Sama halnya Nanda, Fenny (21) juga gemar membeli snack jadul. Sebut saja seperti biskuit gem rose, cokelat payung, dan cokelat koin. Katanya sih enak dan beda sama ciki-ciki kekinian.
"Mungkin karena ada roman-roman nostalgianya kali yang bikin snack-snack ini tuh enak dan melekat di hati," ujar Fenny.
Fenny juga membeberkan kebiasaan uniknya ketika makan biskuit gem rose. Dia lebih senang mendahulukan makan bagian biskuit, ketimbang gula yang berwarna-warni itu.
"Yang bagian gula berbentuk kuncup kayak ujung monas itu sayang banget kalau dimakan duluan. Jadi dahulukan biskuitnya aja, hehe," tuturnya.
Dia menyayangkan keberandaan snack ini mulai tergilas zaman. Fenny mengaku kesulitan jika tiba-tiba pengin beli dan makan biskuit gem rose.
Selain makanan, Fenny ternyata doyan jajan mainan jadul juga lho. Salah satunya balon tiup. Masa kecilnya dibuat asyik karena sering beradu ukuran balon. "Gelembung tiup itu dulunya nggak pernah ketinggalan dibeli ketika aku jajan, wajib deh pokoknya," tuturnya. (tia/ema)
Editor : Muhammad Helmi