BANJARMASIN – Jalan Ahmad Yani Km 6 hingga Km 7 setiap Minggu pagi selalu dipenuhi warga. Ada yang berolahraga, dan ada pula hanya sekadar jalan-jalan.
Di kawasan tersebut tambah ramai dengan banyak lapak pedagang yang menjajakan tanaman bunga sampai barang-barang lainnya. Akses mulai terhambat ketika keluar dari pintu gerbang Km 6 menuju arah luar kota.
Lapak-lapak pedagang sudah berjejer di tepi jalan. Masyarakat berkerumun. Mulai dari pejalan kaki, roda dua sampai mobil pun ramai mampir. Tak pelak kendaraan yang berhenti di tepi jalan walau hanya sebentar menyebabkan kemacetan.
Seorang warga Banjarmasin, mengatakan kondisi kemacetan seperti ini terjadi hampir setiap Minggu. Antrean panjang kendaraan menuju keluar kota bertambah panjang bila gedung aula Perpustakaan Daerah disewa untuk menghelat perkawinan.
“Biasanya kalau di sini macetnya pagi hingga ke siang hari karena banyak orang berhenti berbelanja di tepi jalanan,” tutur Amat.
Pantauan Radar Banjarmasin di lapangan kemarin, terlihat sejumlah petugas kepolisian sedang mengatur lalu lintas. Kasat lantas Polres Banjar, AKP Indra Kaslan ketika dikonfirmasi mengatakan untuk mengantisipasi kemacetan di kawasan Km 6, pihaknya sengaja menempatkan sejumlah anggota.
“Kita terapkan Police Weekend, program khusus hari libur turun ke jalan dengan masif guna melakukan pencegahan kemacetan dan mengamankan weekend para pengguna jalan,” kata Indra.
Sebanyak 35 personel diturunkan setiap akhir pekan. Mereka ditempatkan bukan hanya di kawasan Km 6 saja melainkan disebar dari kawasan Kertak Hanyar sampai ke Simpang Empat Astambul. Setiap titik ditempatkan personel 8-10 orang. Masing-masing lokasi dipimpin perwira pengendali.
Ditambahkan Indra, selain menurunkan petugas mengatur lalu lintas pada hari Minggu, jajarannya juga bekerja sama dengan dinas terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan dan Komunikasi baik di tingkat Provinsi Kalsel dan Kabupaten Banjar.
Upaya preemtif dan preventif yang dilakukan misalnya memberikan imbauan kepada para pedagang agar menggelar lapak dagangannya lebih ke tepi agar tidak memakan badan jalan.
Bukan hanya kepada para pedagang, masyarakat yang mau berbelanja diharapkan bisa ikut berperan aktif dalam menciptakan situasi yang aman dan lancar, serta taat hukum dan sadar disiplin saat di jalan raya. Jangan berhenti di tepi jalan.
“Masyarakat yang menggunakan kendaraan dan mau berbelanja juga diimbau untuk menepikan di kantong-kantong parkir yang sudah tersedia. Supaya arus lalu lintas aman dan lancar,” harapnya.
Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi Kalsel, Rusdiansyah memahami kondisi kemacetan di kawasan tersebut. Menurutnya, status jalan dari Km 1 Banjarmasin sampai ke daerah hulu sungai adalah jalan nasional. Artinya itu merupakan kewenangan Balai Jalan.
“Tapi, nanti tetap akan kita informasikan dan koordinasikan dengan pihak terkait lainnya. Apalagi ini menyangkut dua daerah (Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, Red),” katanya.
Meski kemacetan masih sering terjadi, terutama pada saat akhir pekan, dia berharap baik pedagang maupun masyarakat atau pengguna jalan bisa saling menjaga agar situasi jalan aman dan lancar. “Yang penting jangan sampai pengendara enggak bisa jalan,” ujarnya.(gmp/at/dye)
Editor : Arief