Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ribuan Jamaah Padati Masjid Al Karomah Martapura

Arief • Senin, 10 Desember 2018 | 13:04 WIB
ribuan-jamaah-padati-masjid-al-karomah-martapura
ribuan-jamaah-padati-masjid-al-karomah-martapura

MARTAPURA – Meski sudah beberapa kali datang ke Kalsel, pesona Ustaz Abdul Somad (UAS) tak kunjung redup. Ribuan jemaah memadati Masjid Agung Al Karomah Martapura, Minggu (9/12) malam untuk mendengarkan tausiyah dari dai asal Indragiri, Riau ini.


Saking penuhnya masjid, jemaah meluber hingga ke jalanan di Pasar Batuah. Pemirsa yang tidak bisa menyaksikan langsung diberikan kemudahan melaui layar raksasa serta streaming youtube.


Jemaah hadir bergelombang dari segala penjuru Kabupaten Banjar, terutama jemaah yang berasal dari Sekumpul yang sebelumnya mengikuti majelis maulid.


Dalam ceramahnya, UAS menyebut anak dari Datu Landak, pendiri Masjid Al Karomah, yaitu Datu Sapat, adalah seorang Qadi Kerajaan Indragiri, daerah asalnya.


“Akan saya ceritakan kisah ini kepada anak cucu, bangga saya menginjak masjid yang didirikan oleh orang tua Datu Sapat,” ujar Somad lagi.


Informasi berharga tersebut, setelah Bupati Banjar H Khalilurrahman berbisik kepada dirinya, tentang sejarah masjid, pendiri masjid dan perjuangan membangun masjid. Termasuk sisa peninggalan yang masih tersisa di Al Karomah.


Menurut UAS, dalam ceramahnya yang banyak membahas akidah, Tanah Banjar adalah benteng Ahlus-Sunah wal Jemaah di Indonesia.


Indikasinya bisa dilihat banyak pesantren di Banjar. Santri-santri dari Tembilahan Riau bahkan nyantri di Darussalam. "Karena itulah masukkan anak ke pesantren di sini."


Bupati Banjar H Khalilurrahman sendiri bersyukur akhirnya bisa menghadirkan UAS ke Martapura setelah menunggu sangat lama, 9 bulan. Antreannya cukup panjang padahal seluruh jemaah dan warga Banjar sangat lama menantikan kedatangan UAS di Martapura.


"Mirip seperti menunggu anak yang akan lahir akhirnya teperanak," ucapnya yang meminta jemaah menjaga tradisi Ahlu Sunnah Wal Jemaah dan menghidupkan syiar dan dakwah Islam di Martapura.


Acara yang dimulai sejak selesai isya ini disela oleh dua orang yang masuk Islam dan dipandu oleh UAS dan disaksikan seluruh para hadirin. (mam/ay/ran)

Editor : Arief