Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dikira Mainan Ternyata Granat Yang Ditemukan Bapak Ini Sungguhan

Arief • Selasa, 27 November 2018 | 09:55 WIB
dikira-mainan-ternyata-granat-yang-ditemukan-bapak-ini-sungguhan
dikira-mainan-ternyata-granat-yang-ditemukan-bapak-ini-sungguhan

AMUNTAI - Untung kesekian kalinya granat yang diduga sisa perang kemerdekaan ditemukan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Temuan granat itu ditemukan di Desa Teluk Betung Kecamatan Sungai Pandan (Alabio) pagi kemarin.


Granat berbentuk nanas ini ditemukan Ahmad Fajriannor (47), seorang penjaga sekolah di SD Muhammadiyah Teluk Betung. Sebelumnya, dia menggali sebuah lubang untuk mengubur sampah sepekan lalu.


Saat Fajri berencana menutup galiannya dengan sampah, matanya dipesonakan dengan sebuah benda solid berbentuk nanas.


"Ya saya hampiri dan saya bersihkan pakai sekop. Saya kira mainan. Kok berat,” kekehnya. Saat menyadari benda itu ternyata granat, dia begitu kaget. Dia akhirnya melaporkannya ke pihak sekolah dan akhirnya diteruskan ke polsek. Temuan itu pun heboh di HSU.


Kapolsek Alabio Iptu Pol Danusura yang memeriksa lokasi temuan granat mengatakan granat itu adalah sisa perang gerilya ini. “Namun belum bisa dipastikan. Kami menunggu petugas Jibom dari Gegana Brimob," sampai Danu sapaan akrabnya.


Untuk mengamankan lokasi agar tidak membahayakan bagi siswa sekolah atau masyarakat sekitar, pihaknya telah memasang garis polisi.


"Kami mengimbau pada guru termasuk murid untuk tidak memasuki lokasi yang telah dipasangi Police Line," terangnya.


Sementara itu, H Ahdiyat Gazali Rahman, tokoh masyarakat di wilayah tersebut, mengatakan temuan itu bukanlah hal yang luar biasa. Hsu memang kerap ditemukan bahan peledak granat nanas. Sebab di zaman pra kemerdekaan sampai dengan agresi Belanda kedua, Amuntai tempo dulu merupakan perlintasan para pejuang.


"Wilayah Alabio saat ini Sungai Pandan dan Sungai Tabukan masuk ke Banjang dan Amuntai Utara merupakan jalur-jalur perjuangan dan perang para pejuang saat itu.


Bahan peledak bisa sitaan rampasan dari musuh dan dikubur demi keamanan," kata Ahdiyat yang juga Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Amuntai ini.


Sementara itu, Danramil Amuntai Tengah Lettu Inf Sahlan mengatakan granat nanas biasa dipakai dalam pertempuran jarak dekat. Bagi infrantri, bahan peledak bahkan wajib.


"Ya, waktu pendidikan calon TNI pasti pernah merasakan melempar granat. Daya ledak cukup kecil namun mematikan musuh jika diaplikasikan di medan perang sesungguhnya," singkatnya.


Untuk diketahui, pada tahun 2017 lalu juga ditemukan dua buah granat dan lima amunisi aktif serta bayonet atau mata pisau diujung senjata di HSU.


Temuan itu di Desa Danau Terate pada bulan Agustus 2017 lalu. Selain itu, juga ditemukan temuan granat pada tahun 2014 di Kecamatan Amuntai Utara.


Di lokasi penemuan, terlihat puluhan warga setempat yang ingin menyaksikan dari dekat lokasi tempat penemuan benda yang diduga bahan peledak sisa perjuangan tersebut. (mar/ay/ran)

Editor : Arief