BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi bukan hanya fokus merehabilitasi Stadion 17 Mei. Tapi juga akan membangun stadion mini. Lokasinya lapangan sepak bola Kayu Tangi di kawasan Jalan H Hasan Basry Banjarmasin Utara.
Rencana pembangunan stadion mini di lapangan bola tersebut dikemukakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Nurul Fajar Desira kepada awak media, belum lama tadi.
“Kita memang berencana membangun stadion mini di lapangan sepak bola Kayu Tangi,” katanya.
Lapangan bola itu dibangun di atas tanah milik Pemprov Kalsel sendiri. Sehingga untuk prosesnya tidak terlalu sulit. Namun Fajar belum mengetahui secara persis berapa luas lahannya.
Dia bersama dengan jajarannya akan turun ke lapangan melakukan pengecekan. “Nanti kita akan ke lapangan mengukur luas lahan,” ujarnya.
Kata Fajar, masyarakat Kalsel sangat antusias terhadap olahraga yang satu ini. Tapi sayangnya belum didukung dengan fasilitas lapangan yang memadai.
Karena itu, pemerintah daerah berupaya untuk mewujudkan semua itu dengan membangun sarana dan prasarana olahraga. Salah satunya adalah lapangan sepak bola yang dilengkapi dengan stadion mini.
“Kita akui, warga Banjarmasin, khususnya generasi muda banyak yang suka sepak bola. Sayang tak didukung sarana dan prasarana. Maka dari itu Pemprov Kalsel punya keinginan kuat menggarap lapangan sepakbola di Kayu Tangi menjadi stadion mini,” ucapnya.
Lantas bagaimana dengan rencana pembangunan sport center yang digaungkan oleh pemerintah daerah beberapa tahun belakangan ini? Menurut Fajar sport center juga tetap akan dibangun. “Kalsel wajib punya pusat olahraga,” jelasnya.
Namun untuk pembangunannya, pihaknya harus melihat anggaran daerah. Sebab untuk membangun pusat olahraga tersebut tidak sedikit anggaran yang akan dikeluarkan.
Pemprov Kalsel akan terlebih dahulu menyusun program skala prioritas. “2019 kita fokus merenovasi Stadion 17 Mei Banjarmasin, kemudian GOR Hasanuddin HM. Kalau sudah rampung, insya Allah kita akan membangun sport center,” pungkasnya. (gmp)
Editor : Arief