Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lama Terbengkalai, Meriam Kuno Akhirnya Bakal Dipindah ke Siring

Arief • Senin, 20 Agustus 2018 | 12:07 WIB
lama-terbengkalai-meriam-kuno-akhirnya-bakal-dipindah-ke-siring
lama-terbengkalai-meriam-kuno-akhirnya-bakal-dipindah-ke-siring

BANJARMASIN - Terbengkalai lebih dari satu tahun di Halaman Kantor BPBD Kota Banjarmasin. Nasib meriam kuno temuan dari Proyek Siring Sudirman akhirnya disoroti Wali Kota Ibnu Sina. Ia bersikukuh tak mau menempatkan benda bersejarah itu di Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru.


"Sebelumnya memang ada tarik ulur dengan pihak Balai Arkeologi Kalsel. Mereka pengennya di museum, kami kepenginnya tetap di Kota Banjarmasin," kata Ibnu. Alasannya simpel saja. Meriam kuno itu ditemukan di Banjarmasin. Dan harus dipamerkan di kota ini.


Kota ini sampai sekarang tak punya museum. Lantas mau dibawa ke mana? Ibnu menjawab, meriam itu bakal ditempatkan di kawasan Siring Sungai Martapura. Dijadikan daya tarik untuk para wisatawan yang berkunjung sekaligus belajar sejarah.


"Soal titik tepatnya masih dirumuskan. Yang jelas akan ditempatkan disiring saja," tukas Ibnu. Ia menjamin, pemindahan meriam kuno tersebut bakal dianggarkan tahun 2018 ini juga. Tepatnya pada APBD Perubahan Kota Banjarmasin Tahun 2018.


Peneliti dari Lembaga Kajian Sejarah, Sosial, dan Budaya (LKS2B) Kalimantan, Mansyur menyayangkan sikap pemko yang lamban melakukan pemindahan meriam kuno.


"Kami rekomendasikan temuan meriam hendaknya ditempatkan di Banjarmasin saja. Namun, harus diingat: tata cara, perlindungan dan pemanfaatan harus sesuai nilai-nilai arkeologis," tegasnya. Artinya, pengelolaan meriam kuno jangan sampai dikelola secara serampangan.


Dalam riset independen yang dilakukan LKS2B Kalimantan, Mansyur memastikan meriam kuno itu merupakan benda bersejarah peninggalan Fort Tatas. Terbukti, dari ukuran meriam khas eropa yang ukurannya sampai 2,9 meter.


Meriam kuno ini merupakan tipikal fortress/stronghold cannon. Digunakan pertahanan penjajah Belanda untuk membuat ciut musuh yang bakal menyerang ke Fort Tatas.


Mengacu penelitian, meriam kuno ini dibeli oleh Perusahaan Dagang Belanda atau VOC. Diproduksi oleh Pabrik Besi Carron Company, Skotlandia.


"Diperkirakan masih ada meriam-meriam lainnya yang belum tergali. Jadi pemko harus melestarikan benda-benda bersejarah ini," tandas Mansyur. (dom/ma/nur)

Editor : Arief