Arjuna risih. Niat ingin menikmati akhir pekan di Siring Pierre Tendean, eh malah diganggu orang. "Lagi duduk santai ngerokok. Malah datang orang nggak jelas. Langsung ngambil rokok saya. Marah-marah lagi," tutur warga Kompleks Purnasakti, kemarin (5/8).
Insiden ini tak cuma sekali. Berbulan-bulan sebelumnya juga dibikin sebal. Saat ingin menyantap jajanan gorengan di kawasan siring, dipelototi orang tak dikenal. "Kayaknya memang gangguan jiwa. Pakaiannya lusuh. Urakan. Dipandangi kayak gitu siapa yang nggak risih?" keluhnya.
Masalah ini boleh dibilang sepele. Namun, kawasan destinasi wisata semestinya steril dari gelandangan dan psikotik. Bukan malah terbiarkan berseliweran mengganggu orang. "Ini kan berpengaruh ke pandangan luar orang sama kota kita? Ya pesannya sih, pemerintah jangan sampai teledor sama hal kecil kayak begini," cecarnya.
Dari pantauan lapangan kemarin pagi, beberapa gelandangan dan psikotik memang berseliweran. Mondar-mandir di tengah kerumunan wisatawan. Sebagian pengunjung menaruh perhatian, sebagian lagi memilih cuek.
Menanggapi problem ini, pengelola kawasan Siring Pierre Tendean pun mengaku kewalahan. Termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin selaku penanggungjawab tempat. "Di sini, kami punya Satgas Pariwisata. Tapi orangnya terbatas, cuma empat orang. Mengawasi seluruh kawasan siring serasa tak mungkin," kata Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Kota Banjarmasin, Khuzaimi.
Apalagi tugas Satgas Pariwisata tak melulu menangani permasalahan gelandangan dan psikotik. Merangkap tugas untuk mengawasi kebersihan tempat.
Khuzaimi lantas memohon bantuan Satpol PP. Supaya mau mengawasi tempat selama 24 jam penuh. "Mengamankan psikotik itu mesti tugasnya personel Satpol PP. Bukan tugas kami," ucapnya.
Dari data Satgas Pariwisata, Khuzaimi membeberkan sudah memonitor empat orang psikotik yang sering mondar-mandir di kawasan Siring Pierre Tendean. Itu belum termasuk gelandangan yang datangnya tak bisa diprediksi. "Yang jelas, kami selalu melakukan monitoring. Perlu ada kerja sama dengan pihak lain seperti Satpol PP untuk menangani permasalahan ini. Entah itu dibawa menuju keluarganya, atau diantar ke rumah singgah," ulasnya.
Satpol PP pun memberikan jawaban. Kepala Bidang Ketertiban Umum, Dani Matera mengaku personelnya sudah maksimal mengawasi kawasan destinasi yang menjadi ikon Kota Banjarmasin tersebut. Bahkan sudah ada pos jaga yang didirikan di dekat monumen Patung Bekantan. "Kemungkinan, beda waktunya saja. Saat petugas menyisir, mereka tak ada. Persoalan waktu saja. Kami akan tindaklanjuti laporan ini," janjinya.(dom/ma/dye)
Editor : Arief