Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sekolah Islam Terpadu di Banjarbaru Makin Ngetren, Orang Tua Rela Bayar Belasan Juta

Arief • Kamis, 28 Juni 2018 | 11:25 WIB
sekolah-islam-terpadu-di-banjarbaru-makin-ngetren-orang-tua-rela-bayar-belasan-juta
sekolah-islam-terpadu-di-banjarbaru-makin-ngetren-orang-tua-rela-bayar-belasan-juta

BANJARBARU - Dalam beberapa tahun terakhir sekolah swasta berbasis agama bermunculan di Banjarbaru. Seperti halnya, SMP IT (Islami Terpadu). Sekarang semakin kokoh berdiri, karena mulai menjadi rujukan orangtua untuk menyekolahkan anak mereka.


Meski biaya masuknya lebih mahal, dibandingkan dengan SMP Negeri. Namun, buktinya jumlah siswa yang mendaftar terus meningkat saban tahunnya.


Seperti halnya, SMP IT Robbani. Sekolah beralamat di Jalan Mentaos Raya, Banjarbaru Utara itu tahun ini sampai harus menambah ruang kelas. Lantaran jumlah pendaftar semakin banyak. "Sebelumnya, kelas VII hanya menggunakan dua kelas. Tahun ini kami tambah jadi tiga kelas, karena banyak yang mendaftar," kata Kepala Sekolah SMP IT Robbani Supi'atun.


Dia menambahkan, dibuka sejak 2014. Jumlah lulusan SD yang mendaftar ke SMP IT Robbani terus bertambah. Padahal, pada tahun pertama hanya ada 29 siswa yang mendaftar. "Tahun kedua pendaftar bertambah jadi 43 orang. Lalu, tahun berikutnya 51. Tahun lalu 53. Dan tahun ini meningkat drastis, ada 71 orang yang mendaftar," tambahnya.


Untuk bersekolah di SMP IT Robbani, orangtua padahal harus merogoh uang untuk biaya masuk sebesar Rp15 juta bagi calon siswi. Dan Rp14,6 juga untuk calon siswa. Akan tetapi, biaya itu kata Supi'atun dianggap normal oleh para orangtua. "Yang terpenting bagi mereka, anak bisa belajar akhlak dan agama. Sekalian belajar ilmu pengetahuan," ucapnya.


Dia mengungkapkan, zaman sekarang orangtua khawatir dengan akhlak anak mereka. Lantaran, banyaknya pengaruh negatif di lingkungan luar rumah. Maka dari itu, banyak yang memilih menyekolahkan anak di pendidikan berbasis agama. "Apalagi di sini 'kan full day school. Jadi, anak seharian berada di sekolah," ungkapnya.


Semakin bertambahnya jumlah peserta didik juga dialami SMP IT Qardhan Hasana. Sekolah terletak di Jalan Rahayu, Kompleks Qardhan Hasana, Mentaos, Banjarbaru Utara itu pada tahun ajaran 2018/2019 menerima 94 peserta didik baru. "Meningkat cukup signifikan tahun ini. Padahal, tahun lalu pendaftar hanya 78 orang," ujar Kepala SMP IT Qardhan Hasana, Adnan.


Dia menuturkan, orangtua memilih mendaftarkan anaknya ke sekolah Islami Terpadu supaya banyak mendapatkan ilmu agama. "Apalagi di sini siswa kelas VII sudah kami wajibkan hafal juz 30. Kalau tidak hafal, tidak boleh mengikuti ujian kenaikan kelas," tuturnya.


Selain pendidikan agama, sekolah IT juga tak mengesampingkan pendidikan umum. Dia menyebut, SMP IT Qardhan Hasana bahkan turut menggelar UNBK. "Di sini juga full day school. Jadi, orangtua tak lagi khawatir dengan pergaulan anak di luar," ucapnya.


Maka dari itu, meski biaya masuk ke SMP IT Qardhan Hasana lebih mahal dari sekolah umum. Masih banyak orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya di sana. "Biaya masuk di Rp5,9 juta untuk siswa. Sementara bagi siswi lebih mahal yaitu Rp6,2 juta. Karena perlengkapan seragam yang diberikan berbeda," ungkap Adnan.


Lalu bagaimana dengan sekolah IT lainnya? SMP IT Insantama juga tak pernah kekurangan siswa. Setiap tahunnya, jumlah peserta didik baru selalu bertambah. "Tahun ini kami malah harus menolak tujuh pendaftar. Sebab, kuota kami sudah tercukupi. Dari 70 pendaftar, hanya 63 orang yang kami terima," ujar Kepala SMP IT Insantama, Winarti.


Dia mengungkapakan, sekolahnya saat ini hanya memiliki dua ruangan untuk kelas VII. Sehingga, tidak dapat menerima banyak siswa. "Tahun sebelumnya yang kami terima malahan hanya 50-an siswa," ungkapnya.


Untuk biaya masuknya, orangtua harus merogoh kocek hingga Rp10 juta agar anak dapat mengecap pendidikan di sekolah yang beralamat di Jalan Pondok Bambu, Loktabat Utara tersebut. (ris/by/bin)

Editor : Arief