Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Berjumpa Guru Sarkawi, Ulama Desa yang Digegerkan Ditemui Lailatulkadar

Arief • Selasa, 26 Juni 2018 | 15:32 WIB
berjumpa-guru-sarkawi-ulama-desa-yang-digegerkan-ditemui-lailatulkadar
berjumpa-guru-sarkawi-ulama-desa-yang-digegerkan-ditemui-lailatulkadar

Guru Sarkawi, 86 tahun, Warga Desa Balimau, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar dikabarkan mendapat keberkahan malam lailatulkadar. Meski tidak membenarkannya, tetapi kabar sudah telanjur beredar.


Pihak keluarga sendiri keberatan dengan kabar tersebut. Tapi informasi telah telanjur menyebar melalui media sosial. Akibatnya, rumahnya yang berada di pelosok Balimau, dikunjungi warga sekitar dan tamu jauh.


Hilir mudik warga yang penasaran datang ke rumah tersebut. Ruangan pelataran, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dan kamar khusus dipenuhi oleh para tamu. Nyaris tidak ada lagi ruang privasi milik keluarga. Warga berduyun-duyun datang ke rumahnya untuk minta doa dan sekadar berjabat tangan.


Bila melihat sosok Guru Sarkawi, ia bukan sosok asing di lingkungan Balimau/ Guru Sarkawi termasuk orang yang dituakan. Selain usia juga keilmuan. Ia rutin mengisi pengajian di rumah dan di masjid. Tema pengajian mulai pelajaran Tauhid seperti Sifat Dua Puluh dan Fiqih. Hampir setiap hari rumahnya diisi majelis taklim baik untuk perempuan atau laki laki. Jadwal lain selalu mengisi zikir bersama di masjid.


Sejak adanya kabar ini, ratusan tamu berkunjung setiap hari. Yang datang semakin ramai tepat sepekan setelah Idulfitri atau hari Jumat. Kabar Guru Sarkawi yang menyaksikan lailatulkadar menyebar cepat. Keluarga sendiri khawatir penyebaran informasi yang tidak jelas ini. Guru Sarkawi tidak pernah mengatakan apalagi membuat pernyataan.


Anak-anak Guru Sarkawi enggan memberikan keterangan. Salah seorang putrinya meminta minta kabar tersebut tidak lagi dilanjutkan dan dibesar-besarkan. Ia khawatir hal ini menjadi fitnah.


“Kami mohon tidak lagi diperpanjang kabar ini. Cukup sudah, kami saja tidak tahu cerita di luar, bapak juga tidak cerita. Mohon maaf,” kata salah satu puteri beliau yang juga enggan menyebut namanya kepada Radar Banjarmasin.


Sikap serupa juga tergambar dari beberapa tetangga Guru Sarkawi yang terpaksa ikut membantu kelancaran silaturahmi para tamu. Mereka tidak ada yang berani mengungkapkan apa sebenarnya yang terjadi, informasi di media sosial terlalu dilebih-lebihkan.


”Kami dapat amanah beliau dan keluarga tidak boleh diberitakan, takut jadi fitnah,” kata Amang Awi, sala satu warga sekitar, kemarin.


Radar Banjarmasin sendiri punya kesempatan bertamu sekitar 5 menit setelah menunggu sekitar 2 jam. Saking banyaknya tamu, semua harus antre bertemu Guru Sarkawi.


Warga berdatangan sejak subuh dan puncaknya sekitar pukul 10.00 Wita. Setelah itu tidak bisa lagi melayani tamu, baru setelah pukul 14.00 Wita kembali membuka pintu untuk tamu yang datang bersilaturahmi. Guru Sarkawi tidak mau bicara. Dia hanya tersenyum saat Radar Banjarmasin mencoba mewawancarai.


Rita, warga yang sehari-hari mengajar di TK Bunipah tidak asing dengan kiprah Guru Sarkawi. Setiap siang Rabu sampai sore jelang Salat Asar rutin. Guru Sarkawi menggelar pengajian di musala Balimau. Gadis berjilbab ini sengaja berkunjung untuk minta doa melalui media air, agar hajatnya kabul.


“Beliau tidak bercerita apa-apa, tapi kan kami di sini sudah biasa bertamu ke rumahnya. Kalau ada masalah selalu minta pendapat dengan Guru Sarkawi, contohnya ada warga yang hilang motor, setelah konsultasi akhirnya berhasil,” ungkapnya.(mam/ay/ran)

Editor : Arief