BANJARMASIN - Sejak 2015 lalu, perkantoran Pemprov Kalsel sudah dipindahkan ke Banjarbaru. Kantor eks Gubernuran Kalsel di Jalan Sudirman itu kini dibongkar untuk dijadikan taman kota.
Namun, rambu-rambu di kota ini masih saja memuat petunjuk arah menuju kantor gubernur. Papan-papan petunjuk jalan itu sudah kudet. Alias kurang up to date. Entah, mungkin karena pemko lupa gubernuran sudah lama dipindahkan.
Bagi warga kota, tentu tak masalah. Karena sudah mengetahui kantor orang nomor satu di Banua itu berpindah ke Cempaka. Tapi bagi warga pendatang atau wisatawan, lain persoalan. Petunjuk arah lokasi itu bisa membuat kecele.
Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (19/6), petunjuk arah kudet itu bertebaran di mana-mana. Seperti di Jalan Merdeka, samping hutan kota Masjid Sabilal Muhtadin, sebelum perhentian lampu merah.
Yang paling telak berada di Jalan Lambung Mangkurat. Pertama terpasang di seberang Bank Indonesia. Dekat pertigaan Jalan Hasanuddin HM. Yang kedua terpasang sebelum perempatan Jembatan Merdeka. Persisnya setelah kantor Partai Golkar.
Selain bisa mengakibatkan salah arah, secara estetika juga kurang bagus. Mengganggu pemandangan kota. Banyak dari papan petunjuk arah itu sudah pudar dan karatan. Sudah layak untuk diganti dengan yang baru.
"Saya juga baru menyadarinya belakangan. Lho, kok masih ada petunjuk arah menuju kantor gubernur? Kesannya jadi kurang bagus," kata Manson, 24 tahun, warga Jalan Jafri Zamzam.
Menurutnya, jangan sampai papan-papan itu dipotret dan diunggah ke media sosial. "Bisa-bisa pemko kena buli netizen. Sekarang kan zamannya beda. Lucu dan aneh sedikit bisa jadi viral," imbuhnya.
Dikonfirmasi via WhatsApp, Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik mengaku sudah lama menyadari petunjuk arah kudet itu. Bukan bermaksud mengabaikan, melainkan masih ada prioritas lain.
"Prioritas kami masih penggantian papan nama jalan," ujarnya. Papan jalan yang baru kini dihiasi ornamen atap rumah adat Banjar. Bukan sekadar tiang dan plang nama.
Alasannya, banyak papan nama jalan di Banjarmasin yang sudah pudar tak terbaca. Lebih buruk lagi ada yang tinggal tersisa tiang. Jika sudah rampung, dia menjamin giliran papan petunjuk arah itu yang dibenahi Dishub. (fud/at/nur)
Editor : Arief