Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Duarrr..!! Gini Nih Serunya Perang Meriam Karbit di Barabai

Arief • Selasa, 19 Juni 2018 | 13:11 WIB
duarrr-gini-nih-serunya-perang-meriam-karbit-di-barabai
duarrr-gini-nih-serunya-perang-meriam-karbit-di-barabai

BARABAI - Berbagai cara dilakukan umat muslim untuk merayakan kegembiraan di Hari Raya Idulfitri. Seperti yang dilakukan warga Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Mereka menyambutnya dengan perang meriam karbit dari sore sampai pagi hari.


Dentuman puluhan meriam karbit terdengar silih berganti sejak Kamis (14/6) malam sampai Minggu sore lalu. Perang meriam ini menjadi objek wisata tahunan. Penonton bisa merasakan sensasi langsung menyalakan meriam karbit ini.


Warga Kecamatan Pandawan, Hasani menegaskan perang meriam karbit ini merupakan tradisi masyarakat selama tujuh tahun terakhir. Lokasinya di desa yang berjarak tujuh kilometer dari Kota Barabai. "Meriam karbit ini dibuat dari batang pohon Enau atau pohon Aren berdiameter besar. Meriam karbit dibariskan, lalu dinyalakan secara bergantian," terangnya.


Panitia pelaksana, Yudha menjelaskan bahwa peserta perang meriam karbit kali ini jumlah 86 batang. Lebih banyak dari sebelumnya yang hanya 64 meriam saja. Para peserta yang memeriahkan tidak hanya dari Desa Pandawan saja, tapi juga ada dari Rasau, Palajau, Mahang, Banua Asam, Palas, dan Desa Buluan. "Bagi penonton yang ingin merasakan sensasi menyulut dan merasakan sensasi dentuman meriam karbit, diperbolehkan saja. Biasanya bisa membayar secara sukarela. Ada juga pemilik meriam yang mematok harga Rp10 ribu sampai Rp 20 ribu, tergantung besar meriamnya," ungkapnya.


Dia menjelaskan, tradisi ini memang cara masyarakat Kecamatan Pandawan dalam menyambut suka cita Hari Raya Idulfitri. Setelah satu bulan penuh di bulan Ramadan melaksanakan ibadah puasa. 


Pembuatan meriam karbit ini memang tidak mudah. Perlu waktu dua pekan untuk menyelesaikan satu meriam dari pohon Aren yang dililit dengan bambu dan rotan ini. Dalam satu malam, puluhan meriam karbit ini bisa menghabiskan satu ton karbit. "Kami berharap tahun depan masyarakat yang ikut lebih banyak lagi. Supaya perang meriam karbit untuk menyambut Hari Raya Idulfitri ini lebih meriah lagi," terangnya.(zay/az/dye)

Editor : Arief