Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ratusan Lubang di Jalan Tunggu Pemudik, Tanah Bumbu Paling Parah

Arief • Jumat, 1 Juni 2018 | 11:35 WIB
ratusan-lubang-di-jalan-tunggu-pemudik-tanah-bumbu-paling-parah
ratusan-lubang-di-jalan-tunggu-pemudik-tanah-bumbu-paling-parah

Dari ujung ke ujung Banua kita, wartawan Radar Banjarmasin menghitung lubang di jalanan Trans Kalimantan. Hasilnya? setidaknya ratusan lubang masih membahayakan pengguna jalan. Pekerjaan rumah untuk pemerintah yang harus segera dibenahi.


Kondisi jalan nasional di Kabupaten Tanah Bumbu menjadi yang paling dikeluhkan karena sangat parah. Jika tidak diperbaiki dengan cepat, akan mengganggu arus lalu lintas masyarakat yang ingin mudik lebaran.


Kepala Dinas PUPR Tanbu Roy Rizali Anwar, mengatakan permasalahan kerusakan jalan milik negara di Kabupaten Tanah Bumbu ini akan ditangani oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XI Banjarmasin. Pihaknya tidak memiliki wewenang untuk memperbaikinya, karena status jalan milik negara.


“Sudah ada anggaran di Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XI Banjarmasin dan sudah kontrak. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah diperbaiki,” ujar Roy kepada Radar Banjarmasin, kemarin.


Kerusakan jalan nasional di Kabupaten Tanah Bumbu memang sudah lama terjadi. Kondisi jalan berlubang dan aspalnya banyak terkelupas. Jika musim penghujan akan meninggalkan genangan air. Jalan menjadi becek dan berlumpur. Sebaliknya, jika musim kemarau, jalan berdebu. Pengguna jalan yang melintas harus memperlambat lajunya. Warga sekitar sempat kesal dan menanam pohon pisang di tengah jalan.


Tak jarang, akibat kondisi jalan yang rusak mengakibatkan kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia. Dari data di Satlantas Polres Tanah Bumbu, ada 21 titik jalan rusak yang sangat berpotensi dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas.


Kondisi jalan yang rusak mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Provinsi Kalsel Syafruddin H Maming. Dia minta kepada pemerintah untuk segera memperbaiki jalan tersebut. apalagi, dalam waktu dekat masyarakat akan menggunakan jalan itu untuk mudik lebaran.


“Kerusakan jalan ini sangat membahayakan bagi pengguna jalan, karena bisa menyebabkan kecelakaan,” ingatnya.


Politisi PDIP ini berharap sebelum adanya perbaikan jalan yang mengalami kerusakan tersebut agar dapat dibuatkan tanda imbauan jalan rusak sehingga para pengguna jalan yang melintas akan berhati-hati.


Sementara itu, Bupati Tanbu Mardani H Maming berharap kerusakan jalan yang ada bisa diperbaiki dengan cepat, mengingat sebentar lagi masyarakat akan menggunakan jalan tersebut untuk arus mudik lebaran. Menurutnya, jika kerusakan jalan tersebut tidak diperbaiki dengan cepat, maka akan mengganggu arus lalu lintas dan sangat membahayakan pengguna jalan.


“Kami berharap kepada instansi terkait untuk secepatnya memperbaiki kerusakan jalan itu. Jika dibiarkan begitu saja, maka akan sangat berbahaya bagi masyarakat yang menggunakan jalan itu, khususnya bagi para pemudik,” terang Mardani.


Sementara, Kepala Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Kalsel I, Syhriliansyah meneangkan, kerusakan jalan yang terjadi banyak diruas jalan nasional Kintap-Sebamban-Pagatan. Dia menegaskan, pada tahun 2018 in, pihaknya sudak menganggarkan untuk penanganan pemeliharaan rutin sepankang 89 km dan rekontruksi sepanjang 1,5 km “Sekarang baru kontrak karena sempat terlambat lelang. Bahkan, saat ini sudah dilakukan survey pengukuran,” ujar Syahril sembari berharap sebelum lebaran sudah bisa tertutup untuk permukaan aspal yg rusak berat tersebut.


Begitu juga dengan jalan trans dari perbatasan Kotabaru - Tanah Bumbu sampai ke perbatasan Kotabaru - Kaltim. Ruas jalan sekitar 130 kilometer itu banyak yang sudah berlubang, ada yang dalam menyulitkan pengguna roda empat melintas.


"Mobol xenia saya sempat sangkut bawahnya," kata Bambang warga Pamukan Barat yang secara berkala melintasi jalan Sengayam - Serongga. Senyam desa yang berbatasan dengan Kabupaten Paser Kaltim, Serongga desa yang berbatasan dengan Tanah Bumbu. Ada setidaknya seratusan lubang yang menganga di jalan dan membahayakan pengguna jalan.


Di Barito Kuala, ada lubang di Jembatan terminal Handil Bakti yang dianggap beberapa pengendara membahayakan. Posisinya tepat diatas jembatan tersebut.


“Pengendara atau mobil pasti berusaha untuk menghindari dan terkadang kaget bisa banting stir kekakanakan lajur sebelah dan kalau nahas bisa tersenggol kendaraan lain, kenapa saya pernah mengalami hal itu karena kaget,” cerita Riza warga Kompleks Persada Permai.


Pantauan terus dilanjutkan menyisiri ruas Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti. Di kawasan tersebut tak ditemukan lubang-lubang yang mengganggu, namun ada beberapa lubang kecil sebesar kaleng susu.


Bergeser ke arah perempatan Handil Bakti, penghubung Jalan ke Kalimantan Tengah atau Marabahan, disitu ditemukan lubang cukup besar meski tak dalam.
“ Sering sudah terjadi kecelakaan, posisinya juga tepat diturunan jembatan dan ditengah Jalan dan jembatan ini juga tidak layak lagi, banyak mobil besar yang melintasi,” ucap salah satu anggota lalu lintas.


Nah dari Jembatan perempatan Handil Bakti arah Ke Kalteng, di ruas Jalan itu banyak ditemukan lubang berbagai macam. Dari lubang disebabkan karena aspal terkoyak, aspal bergelombang hingga lubang kecil.


Hasil penelusuran dari turunan jembatan tersebut hingga ke Jembatan Barito yang berjarak kurang lebih 4 KM ditemukan sekitar 13 lubang, posisinya berada arah ke luar daerah. Selain itu juga kondisi aspalnya terlalu kasar dan Jalan berdebu.


Bahkan menurut keterangan petugas kepolisian sepanjang Jalan itu rawan kecelakaan.


Berlanjut hingga perbatasan Kabupaten Batola dengan Kabupaten Kapuas Kalteng di Km 28 dari arah Banjarmasin atau dari arah Kapuas KM 14. Dari turun jembatan Barito tak ada terlihat lubang sedikit pun, di sana kondisi aspal licin dan serta dipasang marka serta rambu yang lengkap.


Radar Banjarmasin juga menghitung jumlah lubang di jalan poros Amuntai menuju Pantai Hambawang Kabupaten HST.Dimulai pemantauan dari Jalan Palampitan menuju simpang empat Banua Lima Desa Kota Raden Kecamatan Amuntai Tengah, sudah ada 4 titik lubang dengan diameter 60 cm dengan kedalaman lebih kurang 10 cm.
Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan kembali menuju Desa Kembang Kuning, Pasar Senin, Kandang Halang dan Rantauan menuju Desa Muara Tapus Kecamatan Amuntai Tengah. Kondisi jalan disitu cukup mulus, meski ada sedikit kerusakan jalan usai banjir tadi, tapi terlihat sudah ditambal memakai semen oleh warga.


Uniknya meski mulus jalan tersebut, cenderung bergelombang beberapa sisi jalannya, yang cukup berbahaya bagi pengemudi yang tak mengenal situasi jalan di daerah ini. Total jalan mengalami penurunan (gelombang) sekitar 4, bahkan salah satunya tergenang air. Jalan itu, juga telah ditandai Balai Jalan untuk dikerjakan.


Perjalanan pun ditempuh menuju Desa Datu Kuning, Tapus sampai dengan Pinang Habang dan Danau Cermin yang berbatasan Desa Sungai Bulu Hulu Sungai Tengah. Kurang lebih 6 Km, ditemukan titik lubang baik besar dan kecil sekitar 96 lubang.


"Adu banyak jebakan saat nyetir di jalan menuju Amuntai. Beberapa kali masuk lubang. Sebenarnya lubang ada sejak dari Pantai Hambawang Kabupaten HST," kata Amat warga Amuntai yang kebetulan pulang kampung.


Plt Kadis Pekerjaan Umum HSU Agus Susiawanto, membenarkan bahwa jalan nasional ini akan segera dilakukan perbaikan. Surat dari Balai Jalan di Banjarmasin sudah diterima pihaknya sebagai pemberitahuan.
Bahkan pemda juga melakukan penambalan jalan kabupaten jelang arus mudik dan balik lebaran tahun 2018 mendatang. "Sejumlah titik jalan dilakukan perbaikan. Seperti badan jalan Jembatan Fachruddin di Alabio Kecamatan Sungai Pandan. Kami pakai aspal, bukan lagi aspal latasir," kata Agus baru ini.


Dari pantauan Radar Banjarmasin di kawasan Jalan Lingkar Kandangan, Hulu Sungai Selatan, ada sekitar dua lubang terpantau yang harus diperhatikan pengendara saat melintas. Para pengguna jalan juga harus lebih berhati-hati karena selain berlubang, ada beberapa titik jalan aspalnya terkelupas.

Di kawasan Jalan HM Yusi Kandangan para pengendara juga harus berhati-hari karena ada beberapa titik jalan berlubang dan aspalnya mau terkelipas.


Jalan provinsi di kawasan Desa Muning Tengah ada sejumlah jalan yang berlubang.


Di Hulu Sungai Tengah, jalan Nasional banyak yang rusak dan berlubang. Mulai dari Desa Telang di Kecamatan Batang Alai Utara, yang berbatasan dengan Kabupaten Balangan hingga dengan Kecamatan Haruyan, Desa Panggung dan Desa Barikin yang berbatasan dengan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Juga dari Pantai Hambawang dan Kasarangan di Labuan Amas Utara yang mengarah ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah.


Kondisi ini terlihat mulai dua tahun terakhir sejak 2017. Diperkirakan lima puluhan lubang di jalan utama, di Kabupaten HST ini. Paling parah kondisi berada di jalan Lingkar Kapar Walangsi di Kota Barabai. Bukan hanya lubang, jalan sebelah kiri masuk dari Desa Kampar ini aspalnya rusak berat. Bahkan beberapa truk alat berat terlihat terperosok di jalan tersebut.


Tidak bisa dipungkiri jalan rusak ini karena angkutan berat diatas 18 ton. Kondisi kerusakan jalan utama ini sempat diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi. Tercatat beberapa lubang besar seperti di Pejukungan dan Haruyan sudah ditambal dengan aspal baru.


Salah seorang supir L300 jurusan Barabai Banjarmasin mengatakan miris melihat kondisi jalan seperti ini. Pasalnya mereka yang mencari nafkah dari subuh sampai malam, harus merasakan kondisi tersebut setiap harinya.


"Jelas sangat mengganggu, kondisi jalan seperti rawan sekali kecelakaan. Kami berharap kondisi Ini segera diperbaiki pemerintah. Karena jalan merupakan akses kami para supir untuk mencari rezeki," terangnya.


Kondisi jalan berlubang ini juga telah menggerakkan masyarakat untuk memperbaiki. Seperti yang dilakukan masyarakat Pantai Hambawang Lecamatan Labuan Amas Selatan. Warga berswadaya memperbaiki lubang jalan menggunakan semen.


Salah seorang warga Pantai Hambawang Nurzain mengaku, warga miris dan prihatain melihat kondisi jalan utama di wilayahnya rusak dan berlubang. Pasalnya selain mengganggu pengendara, akibat kondisi yang berlubang ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas.


"Karena kondisinya rusak seperti ini, akhirnya kami berinisiatif urunan membeli pasir semen dan menambalnya. Kami juga menerima bantuan dari warga atau pengguna jalan yang mau membantu," ungkapnya.


Di Kabupaten Tabalong, jalur trans Kalimantan ada tiga lintasan, karena daerah ini sebagai penghubung tiga provinsi. Yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Untuk kawasan jalan Tabalong ke Kalimantan Tengah kondisinya lumayan baik. Namun ada beberapa titik yang berlubang. Posisinya paling banyak di kawasan Kelurahan Jangkung.


Dari pantauan wartawan, ada tiga titik jalan berlubang dan berbahaya, terutama pada posisi lajur kanan dari arah Tanjung ke Kelua. Lubang-lubang itu berada persis di tengah jalan. Sedangkan untuk jalan penghubung Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, yang parah kondisinya di Mabuun. Satu lajur ada perbaikan jalan, sedangkan lajur lainnya banyak lubang dan bergelombang. Kerusakan mencapai 1,5 Km.


Tidak itu saja, kawasan Desa Kasiau tepat di pabrik karet PT Bumi Jaya juga rusak parah. Kondisi satu sisi menurun dan bergelombang cukup dalam. Posisi titik jalan rusaknya ditambah di kawasan Desa Saradang. Sementara arah Tabalong ke Balangan titik parah ada di Desa Maburai, tepat di persimpangan jalan Mes PT Pama Persada Nusantara. Satu lajur rusak itu bisa membuat pengendara berebut jalan.



Di Balangan, perbaikan ruas jalan utama A Yani yang melintasi Kabupaten Balangan terus dikebut. Dalam beberapa hari terakhir para buruh seakan tak berhenti bekerja siang hingga ketemu malam.


Target utama jalan yang diperbaiki total yaitu di daerah Kecamatan Paringin Selatan, sekitar perkantoran Pemkab Balangan. Karena jalan ini yang kondisinya cukup parah. Berlubang, bergelombang.


Hasilnya, sebagian jalan yang dua tahun terakhir rusak parah akibat seliweran angkutan-angkutan raksasa ini pun sudah lumayan mulus untuk dilewati kendaraan bermotor.


Selain perbaikan total seperti cor dan aspal, lubang-lubang kecil yang ditemui di sepanjang jalan juga ditambal sulam, sehingga tak tampak lagi ada lubang menganga.


Padahal sebelumnya, dari pengamatan wartawan, setidaknya ada 100 lebih lubang jalan yang ada di sepanjang jalan A Yani di Kabupaten Balangan.


“Alhamdulillah sudah diperbaiki, semoga tidak ada lagi pengendara yang jatuh akibat lubang-lubang yang menganga,” ujar Sugi, salah seorang pemuda sekitar.


Pengguna jalan provinsi yang keluar dari Kabupaten Banjar dari Martapura menuju Tapin harus waspada di Kecamatan Astambul. Setelah Pasar Pisang Astambul melewati jembatan kecil, kita akan menemui jalan bergelombang. Jika menyetir malam hari bakal kaget dengan mobil yang mendadak oleng, karena di Jalan A Yani kurang lebih KM 49 tersebut jalannya turun naik dan beberapa titik sangat tajam.

Sementara di Tapin, mulai dari perbatasan antara Kabupaten Banjar sampai perbatasan Hulu Sungai Selatan, terhitung ada sekitar 117 jalan berlubang baik itu kecil sampai besar. Bahkan diantara jalan berlubang itu, ada yang menyebabkan pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan, seperti yang ada di Jalan A Yani Km 101 Kecamatan Tapin Selatan."Beberapa hari lalu, ada dua pengendara yang mengalami kecelakaan di sana," ungkap Husien warga Desa Malingkung Kecamatan Tapin Utara, yang sering melewati Jalan tersebut.


Lubang sendiri lebih banyak ditemukan di daerah luar kota. Di jalan trans Kalimantan di Kota Banjarbaru tidak terlalu banyak ditemukan lubang.


Dari pantauan Radar Banjarmasin, di sepanjang Jalan A Yani dari Bundaran Pancasila Km 17 hingga Martapura hanya terdapat sekitar enam lubang. Itupun hanya lubang-lubang kecil yang tak terlalu membahayakan pengguna jalan.


Bolongan paling banyak terdapat di sekitar Jalan A Yani Km 25, Landasan Ulin. Di sana ada sekitar tiga lubang kecil yang lumayan mengganggu pengendara.


Sementara, di Jalan A Yani jurusan Liang Anggang - Pelaihari jalan berlubang terlihat lebih banyak. Tepatnya di sepanjang Km 24. Di sana terdapat sekitar 10 lubang yang lumayan membahayakan pengguna jalan.


Nurhayah, salah seorang warga sekitar mengatakan, lubang-lubang di sepanjang jalan itu muncul dikarenakan aspalnya banyak yang retak. "Awalnya retak, lama kelamaan jadi lubang," katanya.


Keretakan aspal sendiri menurutnya sudah terjadi sejak lama, namun belum ada perbaikan dari pemerintah. "Hanya lubangnya saja yang ditambal, sementara aspal yang retak dibiarkan saja," pungkasnya. (kry/mof/zal/mar/lan/ibn/why/dly/hsn/zay/mam/ris/ay/ran)

Editor : Arief