Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mengintip Tradisi nge-Dugem di Banjarmasin jelang Bulan Ramadan

Arief • Kamis, 17 Mei 2018 | 12:47 WIB
mengintip-tradisi-nge-dugem-di-banjarmasin-jelang-bulan-ramadan
mengintip-tradisi-nge-dugem-di-banjarmasin-jelang-bulan-ramadan

Hari-hari terakhir jelang Ramadan, Tempat Hiburan Malam (THM) ramai pengunjung. Mereka biasanya menikmati malam -malam terakhir sebelum THM diliburkan.


General Manager Hotel Banjarmasin Internasional (HBI) Ery Sudarisman tersenyum kepada wartawan, Selasa tadi. Saat itu wartawan bertanya tentang "tradisi jelang Ramadan" yang biasa dilakukan para clubbers.


Biasanya, jelang Ramadan para penikmat dunia malam memang antusias menyerbu HBI. Mereka ingin menikmati kebebasan nge-dugem terakhir jelang Ramadan.


Ya, selama Ramadan THM memang tutup. Ada Peraturan Daerah (Perda) No 12 Tahun 2016 tentang Usaha Penyelenggaraan Kegiatan Hiburan dan Rekreasi dan Perda No 13 Tahun 2003. peraturan ini mengatur tentang Kegiatan Selama Ramadhan Tempat Hiburan Malam (THM) “istirahat sejenak” selama Ramadan.


“Biasanya memang ramai pengunjung, tapi entah malam ini,” kata Ery. Dia mengakui hal ini, tetapi menurutnya pengunjung yang datang pada malam terakhir sebelum penutupan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Jika dibandingkan sekitar tahun 2010 hingga 2013, sekarang penurunannya sudah mencapai 50 persen.


Diskotik Athena HBI sendiri mampu menampung 2.000-2.500 pengunjung. Dalam satu minggu, Athena HBI dibuka hampir setiap malam. Hanya malam Jumat libur, juga untuk menghormati malam Jumat yang biasanya menjadi malam khusus bagi kaum muslim.


Ketika geliat ekonomi khususnya usaha tambang di Kalsel masih jaya, tempat hiburan yang dikelolanya hampir setiap malam penuh pengunjung.


“Empat puluh karyawan yang diturunkan setiap malam masih kewalahan, tapi sekarang, 10 orang saja, itu pun bisa duduk santai,” katanya.


Ery mengatakan ekonomi pascatambang memang berdampak pada pemasukan diskotik HBI. Apalagi, kondisi daya beli masyarakat yang menurun.


Lalu bagaimana nasib para karyawan diskotik yang libur selama Ramadan? Ery memastikan, pihak perusahaan tetap memikirkan nasib karyawan. Mereka tetap mendapatkan gaji. Sama seperti pada bulan-bulan biasa. Padahal dalam satu tahun, THM efektif beroperasi hanya sekitar sembilan bulan.Sisanya libur.


“Libur Ramadan 30 hari, cuti 12 hari, dan malam jumat, kalau ditotal sekitar 90 hari atau 3 bulan libur dalam setahun,” katanya.


Lalu bagaimana nasib para ladies yang biasanya menemani para tamu bernyanyi di karaoke. Apa yang mereka lakukan selama masa Ramadan?


Radar Banjarmasin mewawancarai Yaya. Wanita yang mengaku sudah bekerja sebagai pemandu lagu selama 3 tahun di salah satu THM di Banjarmasin ini mengatakan selama Ramadan dia akan pulang kampung.


“Setiap tahun kalau Ramadan selalu pulang kampung di Jawa Barat (Jabar), tapi tahun ini mungkin pulangnya agak telat,” katanya.


Selama di kampung halaman, sama seperti umat muslim lainnya, Yaya mengatakan akan fokus menghabiskan waktunya untuk menjalankan ibadah. “Hitung-hitung penebusan dosa, sebelas bulan bekerja,” ucapnya.


Tapi kata wanita berusia sekitar 28 tahun ini, mengatakan ada juga teman se profesinya yang tetap bekerja. Mereka yang memilih tetap bekerja biasanya akan pergi ke daerah yang tidak ada aturan larangan penutupan tempat hiburan selama Ramadan. “Mereka biasanya pergi ke kota-kota besar untuk sementara,” tuturnya. (gmp/ay/ran)

Editor : Arief